Habanusantara.net, — Aksi pencurian kabel listrik kembali terjadi di underpass Beurawe, Kota Banda Aceh. Akibatnya, empat unit pompa air tidak dapat beroperasi sehingga ruas jalan underpass terpaksa ditutup sementara karena tergenang Air.
Candra, fungsional Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kota Banda Aceh, menjelaskan kejadian tersebut diketahui pada Jumat malam, 1 Mei 2026, saat petugas piket melakukan pengecekan rutin.
“Sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi empat pompa masih normal. Namun saat dicek kembali pukul 22.00 WIB, lampu indikator menunjukkan adanya gangguan kelistrikan,” kata Candra kepada habanusantara.net saat meninjau kondisi kabel yang di curi di taman samping Underpass Beurawe, Senin 4 Mei 2026.
Setelah dilakukan pemeriksaan di sekitar genset dan panel, petugas menemukan kabel suplai listrik dari panel menuju pompa submersible telah hilang diduga dicuri. Peristiwa itu diperkirakan terjadi antara pukul 16.00 WIB hingga 21.30 WIB.
Akibat pencurian tersebut, seluruh pompa tidak dapat difungsikan sehingga memicu genangan air di area underpass. Kondisi ini memaksa pemerintah menutup sementara akses jalan hingga perbaikan selesai.
Candra menyebut, kejadian ini bukan yang pertama. Pencurian serupa sebelumnya juga terjadi pada September 2025, menjadikannya kasus ketiga di lokasi yang sama.
“Ini sudah yang ketiga kalinya. Kami sangat menyayangkan aksi pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Saat ini, pihak PUPR telah memesan kabel pengganti dari luar Aceh dengan panjang sekitar 12 meter. Proses pengiriman diperkirakan memakan waktu 2 hingga 3 hari kedepan.
“Jika material sudah tiba, pemasangan diperkirakan membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari, karena harus dilakukan instalasi ulang pada panel listrik pompa,” jelasnya.
Kerugian akibat pencurian ini ditaksir mencapai Rp40 hingga Rp50 juta. Bahkan, kerugian bisa lebih besar jika kerusakan merembet hingga ke dinamo pompa.
Pemerintah Kota Banda Aceh mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses perbaikan berlangsung, serta berharap kejadian serupa tidak kembali terulang agar fasilitas publik dapat berfungsi optimal.[Is]





