Jamaah Haji Aceh Asal Bireuen Wafat di Arafah Saat Menjalani Puncak Ibadah Haji

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Seorang jamaah haji asal Kabupaten Bireuen yang tergabung dalam Kloter BTJ 08 Embarkasi Banda Aceh meninggal dunia di Arafah saat menjalani rangkaian puncak ibadah haji 1447 Hijriah, Selasa (26/5/2026).

Jamaah tersebut bernama Nurwaida Muhammad Yusuf (76). Almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 07.20 Waktu Arab Saudi (WAS) di tenda jamaah di Arafah.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jamaah haji asal Aceh tersebut. Ia mengajak seluruh jamaah dan masyarakat untuk mendoakan almarhumah agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami turut berduka cita atas wafatnya salah seorang jamaah haji Embarkasi Banda Aceh. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhumah dan menerima seluruh amal ibadahnya,” ujar Arijal.

Berdasarkan laporan petugas kesehatan haji, Nurwaida memiliki riwayat penyakit hipertensi dan jantung. Meski demikian, almarhumah tetap mengikuti rangkaian ibadah haji hingga berada di Arafah, lokasi pelaksanaan wukuf yang menjadi puncak ibadah haji bagi seluruh jamaah dari berbagai negara.

Saat ini, jenazah almarhumah masih berada di Arafah dan direncanakan akan dibawa ke rumah sakit untuk proses penanganan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. PPIH juga memastikan hak-hak ibadah almarhumah akan dipenuhi melalui mekanisme badal haji.

“Insya Allah ibadah hajinya akan dibadalkan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Arijal.

Ia menambahkan, petugas haji terus mendampingi jamaah asal Aceh selama pelaksanaan puncak ibadah haji, termasuk memberikan layanan kesehatan dan pendampingan bagi jamaah lanjut usia maupun yang memiliki riwayat penyakit.

Arijal juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Kami semua mendoakan agar almarhumah memperoleh rahmat Allah SWT dan ditempatkan di surga-Nya,” ujarnya.[Fira]