Bupati Al-Farlaky: Wisudawan Harus Tangguh Hadapi Zaman

Syaiful AN
Iskandar Usman Al-Farlaky menjadi orator ilmiah pada Wisuda Program Pascasarjana dan Sarjana Universitas Samudra yang berlangsung di Gedung Multiguna Universitas Samudra, Selasa (12/5/2026). Dok. Pemkab Aceh Timur
A-AA+A++

HABANUSANTARA.NET – Iskandar Usman Al-Farlaky menjadi orator ilmiah pada wisuda Program Pascasarjana dan Sarjana Universitas Samudra yang berlangsung di Gedung Multiguna Universitas Samudra, Selasa (12/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Timur menekankan pentingnya kesiapan mental, karakter dan daya juang bagi para lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja.

Menurut Al-Farlaky, keberhasilan di tengah masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga ditopang karakter kuat dan kemampuan menghadapi tekanan.

“Ketika sudah diwisuda dan masuk ke tengah masyarakat, kita tidak bisa hanya mengandalkan kepintaran. Dunia kerja dan kehidupan sosial membutuhkan pribadi yang tangguh, kuat menghadapi tekanan serta tidak mudah menyerah,” ujar Al-Farlaky di hadapan wisudawan dan tamu undangan.

Ia mengatakan, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk dua karakter utama, yakni karakter moral dan karakter kinerja. Kedua unsur tersebut dinilai menjadi bekal utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan siap bersaing.

Menurutnya, karakter moral mencakup nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran serta akhlak yang baik yang harus terus dibangun sejak jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

“Karakter moral ini penting karena akan menentukan bagaimana seseorang bersikap dalam kehidupan. Ada iman di dalamnya, ada takwa, moral dan kejujuran. Ini yang harus terus dibangun dalam dunia pendidikan,” katanya.

Selain itu, Al-Farlaky juga menyoroti pentingnya karakter kinerja yang meliputi sikap pekerja keras, ulet, tangguh dan tidak mudah menyerah saat menghadapi berbagai persoalan hidup.

Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus siap menghadapi persaingan yang semakin ketat serta mampu bekerja di bawah tekanan.

“Kita harus sadar apakah kita pribadi yang mudah menyerah atau tidak. Karena dunia kerja itu sangat berbeda dengan dunia ketika kita sedang menimba ilmu. Di luar sana persaingan sangat keras dan problematika kehidupan jauh lebih kompleks,” ungkapnya.

Pada akhir orasinya, alumnus UIN Ar-Raniry tersebut berharap lulusan Universitas Samudra dapat menjadi generasi yang adaptif, berintegritas dan mampu memberi kontribusi nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah.

“Saya berharap lulusan Universitas Samudra mampu menjadi generasi yang adaptif, memiliki integritas serta mampu memberi kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkasnya. [SA]