Jemaah Haji Banda Aceh Berangkat 6 Mei Dini Hari

Redaksi
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, M. Iqbal
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, M. Iqbal
A-AA+A++

Habanusantara.net – Jemaah haji asal Banda Aceh dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei 2026 pukul 01.05 WIB. Seluruh jemaah dijadwalkan masuk Asrama Haji sehari sebelumnya 5 Mei, untuk menjalani pemeriksaan akhir sebelum keberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, M. Iqbal, mengatakan seluruh tahapan persiapan jemaah kini telah memasuki fase akhir.

“Insyaallah jemaah masuk asrama pada 5 Mei, kemudian berangkat ke Tanah Suci pada 6 Mei. Secara umum persiapan sudah hampir rampung,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, dokumen penting seperti paspor, surat istitha’ah kesehatan, hingga pengajuan visa telah diselesaikan sejak awal. Saat ini, proses tinggal menunggu penerbitan visa dari otoritas Arab Saudi yang nantinya dapat dicetak di tingkat provinsi.

Selain dokumen, seluruh rangkaian manasik haji juga telah tuntas dilaksanakan, terdiri dari satu kali manasik tingkat kota dan empat kali di tingkat kecamatan yang dibagi dalam beberapa zona.

Untuk perlengkapan jemaah, seperti koper, tas paspor, dan perlengkapan lainnya, sebagian besar telah didistribusikan. Namun, masih ada proses penyelesaian seperti pencetakan dan penyablonan yang ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

Iqbal menegaskan, faktor kesehatan menjadi penentu utama keberangkatan jemaah. Seluruh jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan terakhir di asrama haji oleh tim dari Dinas Kesehatan dan KKP.

“Kalau kondisi tidak memungkinkan, seperti sakit atau kelelahan, maka jemaah bisa ditunda keberangkatannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik dan tidak melakukan aktivitas berlebihan menjelang keberangkatan, terutama bagi jemaah lanjut usia dan yang memiliki riwayat penyakit.

Tahun ini, jemaah haji asal Banda Aceh tergabung dalam 14 kloter khusus Aceh dengan jumlah jemaah Banda Aceh mencapai 673 jemaah.

Di sisi lain, Kemenhaj juga memastikan adanya jemaah cadangan yang siap menggantikan apabila ada jemaah yang batal berangkat. Sistem ini diterapkan agar kuota tetap terpenuhi dan tidak ada kursi kosong dalam penerbangan. “Cadangan itu sudah siap dari awal, baik dokumen maupun pelunasan. Jadi ketika ada yang batal, langsung bisa digantikan sesuai urutan,” jelas Iqbal.[Fira]