Ismawardi Minta DSI Gencarkan Berdakwah di Tempat Publik

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Ismawardi, S.Pd, meminta Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Banda Aceh untuk lebih menggencarkan dakwah serta sosialisasi penerapan Syariat Islam di ruang-ruang publik.

Permintaan tersebut disampaikan Ismawardi menyusul banyaknya laporan masyarakat terkait masih ditemukannya warga yang mengenakan celana pendek dan busana yang tidak sesuai dengan ketentuan Syariat Islam di tempat-tempat umum.

“Banyak laporan yang saya terima dari masyarakat. Di sejumlah tempat publik masih sering dijumpai warga menggunakan celana pendek. Ini perlu menjadi perhatian serius,” ujar Ismawardi, Senin 9 Februari 2026

Ia menilai, upaya dakwah dan edukasi harus terus diperkuat agar pemahaman masyarakat terhadap Syariat Islam semakin baik, khususnya terkait kewajiban berbusana muslim yang menutup aurat.

Menurut Ismawardi, DSI memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman secara persuasif melalui dakwah, imbauan, serta sosialisasi langsung di pusat keramaian seperti taman kota, kawasan wisata, pasar, dan fasilitas umum lainnya.

Selain itu, ia juga meminta DSI bersinergi dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP-WH) untuk lebih gencar melakukan penertiban atau razia di tempat-tempat keramaian.

Langkah tersebut, kata Ismawardi, penting dilakukan guna menegakkan Qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam di Bidang Aqidah, Ibadah, dan Syiar Islam.

“Dalam Qanun itu, khususnya Pasal 13 ayat (1) dan (2), ditegaskan bahwa setiap orang Islam wajib berbusana muslim. Busana muslim yang dimaksud adalah pakaian yang menutup aurat, tidak menampakkan lekuk tubuh, dan tidak tembus pandang,” jelasnya.

Ia berharap, dengan penguatan dakwah dan penertiban yang humanis, kesadaran masyarakat untuk mematuhi Syariat Islam di Kota Banda Aceh dapat terus meningkat.

“Tujuannya bukan semata penindakan, tapi membangun kesadaran bersama agar Banda Aceh benar-benar mencerminkan identitasnya sebagai kota yang menerapkan Syariat Islam,” pungkas Ismawardi.[***]