Habanusantara.net– Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh melaksanakan survei dan evaluasi kinerja Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) di Simpang Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (USK), Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.
Kegiatan tersebut dilaksanakan mewakili Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, dan dipimpin Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol. Andi Kirana, didampingi Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Aceh AKBP Sabri yang mewakili Dirlantas Polda Aceh. Turut hadir jajaran Ditlantas Polda Aceh, Satlantas Polresta Banda Aceh, serta personel Bidhumas Polda Aceh.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol. Joko Krisdiyanto menjelaskan, langkah tersebut merupakan upaya preventif guna memastikan optimalisasi fungsi traffic light di salah satu simpang dengan mobilitas tinggi, terutama saat jam sibuk aktivitas mahasiswa dan masyarakat.
“Evaluasi ini bertujuan menilai kesesuaian durasi lampu merah, kuning, dan hijau dengan volume arus kendaraan, mengidentifikasi potensi kemacetan maupun kecelakaan, serta mengukur tingkat kepatuhan pengguna jalan,” ujar Joko Krisdiyanto.
Dari hasil pemantauan di lapangan, durasi nyala lampu tercatat sebagai berikut: arah Gerbang Kopelma menyala merah 65 detik, kuning 1 detik, dan hijau 12 detik. Arah FKIP USK merah 65 detik, kuning 1 detik, hijau 14 detik. Arah Tungkop merah 65 detik, kuning 1 detik, hijau 14 detik. Sementara arah UIN Ar-Raniry merah 54 detik dan hijau 12 detik.
Selain evaluasi teknis, petugas juga mendapati sejumlah pengendara yang belum tertib dengan menerobos lampu lalu lintas. Personel di lapangan memberikan imbauan secara humanis sebagai langkah edukatif untuk meningkatkan disiplin dan kesadaran keselamatan berlalu lintas.
Sebagai tindak lanjut, Ditlantas Polda Aceh bersama Polresta Banda Aceh akan menempatkan personel pada titik strong point di jam rawan kepadatan. Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Aceh selaku penanggung jawab teknis APILL untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian manajemen serta rekayasa lalu lintas apabila diperlukan.
“Kehadiran jajaran di lapangan merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Diharapkan melalui langkah preventif dan kolaboratif ini, situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga secara optimal,” pungkas Joko.





