“Jadi, produk hasil hutan non kayu menjadi upaya tepat bagaimana kita bisa memanfaatkan hasil hutan secara ekonomi, namun tetap menjaga kelestariannya. Yang membanggakan, sebagian besarnya diproduksi oleh tangan-tangan terampil kaum perempuan dan remaja putri,” kata Jess.
“Dengan adanya ekonomi hijau, kita mampu membuktikan bahwa kita bisa menjaga kelestarian alam tetapi juga mampu memproduksi hasil hutan menjadi potensi ekonomi unggulan namun hutan tetap terjaga dan tetap lestari,” pungkas Jess.
Sementara itu, Direktur Katahati Institute Raihal Fajri, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Aceh dan Dekranasda Aceh yang telah mendukung kegiatan yang bertujuan untuk memasarkan produk inovasi kaum perempuan dan anak muda dari sejumlah kabupaten dan kota di Aceh.




















