
Wagub pun tersenyum, lalu matanya langsung tertuju pada pelat nomor kendaraan yang terpasang: BA, kode wilayah Sumatera Barat.
Bukan hanya satu truk. Dalam momen yang sama, Wagub juga menghentikan truk lain berplat BK, yang diketahui berasal dari Sumatera Utara.
“Bagaimana di Aceh? Aman? Ada yang periksa plat kendaraan?” tanya Fadhluallah sambil melihat ke arah sopir.
Suasana sempat mencair ketika Wagub merogoh kantong dan memberikan selembar uang kepada sopir.
“Ini untuk makan siang ya,” ucapnya.
Sopir truk pun mengangguk, terlihat lega sekaligus heran dengan gaya orang nomor dua di Aceh itu yang tiba-tiba menghentikan truk nya.
Aksi spontan Wagub Aceh ini kontan mengingatkan warga net pada Bobby Nasution di Sumatera Utara yang mengentikan kendaraan berplat BL beberapa waktu lalu.
Bedanya, di Aceh nuansanya terasa lebih cair, ada humor, ada obrolan ringan, bahkan ada uang makan siang untuk sopir yang kebetulan lewat.
Hal seperti ini memang jarang dilakukan pejabat di Aceh. Biasanya urusan plat nomor dan angkutan lintas provinsi diserahkan ke aparat berwenang.
Tapi gaya Dek Fat justru berbeda, lebih langsung ke lapangan, bahkan tanpa protokoler.[is]




















