Habanusantara.Net – Harga cabai merah mengalami kenaikan signifikan dari harga sebelumnya.
Sebelumnya di pasar, cabai merah dijual mulai Rp 40-50 per kilogram. Tapi kini bumbu dapur itu dijual Rp 70 per kilogram.
Kenaikan ini dipengaruhi belum panen cabai petani lokal di daerah ber hawa sejuk itu.
Ria salah satu pedagang di Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah menyebutkan, sejak seminggu ini ia telah menjaul cabai Rp 70 per kilo.
“Sebelumnya kami menjual Rp 40-50 ribu, tetapi cabai dari tingkat petani juga sudah naik maka kami menjual saat ini Rp 70 ribu per kilogram,”kata Ria, Ahad (7/9/2025).
Menurut Ria, bukan hanya cabai merah, tetapi bawang merah juga mengalami kenaikan harga dalam sepekan ini.
“Untuk bawang merah saat ini dijual Rp 40-45 ribu per bambu. Kalau sebelumnya kami hanya menjual Rp 35, kini mengalami kenaikan harga Rp 5-10 ribu dari minggu lalu,”ungkapnya.
Sementara itu, salah satu petani cabai, Iko mengaku selain cabai merah, cabai ijo juga mengalami kenaikan harga.
“Tiga minggu lalu saya jual per kilo cabai ijo Rp 20, alhamdulillah hari ini toke membeli Rp 43 ribu,”ungkap Iko.
Sedangkan, cabai merah dari tingkat petani saat ini di beli toke (pengepul) Rp 52-53 ribu per kilo. Sedangkan sebelumnya hanya di beli, Rp 35 -38 ribu per kg.
Sebagai petani cabai kami bersyukur harga cabai naik, karena saat ini harga pupuk juga sangat mahal.
“Mudah-mudahan harga ini turus naik, atau paling tidak bisa bertahan,”imbuhnya.
Disisi lain, seorang ibu rumah tangga, Rini mengaku dalam beberapa hari ini dirinya tidak sanggup lagi membeli cabai merah per kilo karena harganya mahal.
“Biasanya saya sekali beli 1 kg cabai merah untuk bumbu dapur, tapi karena harganya saat ini meroket terpaksa saya beli 2 ons,”ungkapnya.
Ket foto : Cabai merah di toko Ria (dok Gona)

![Cabai merah di toko Ria [Foto/Gona]](https://habanusantara.net/wp-content/uploads/2025/09/WhatsApp-Image-2025-09-07-at-14.06.22.jpeg)


















