Daerah

PUPR Aceh Barat Lanjutkan Peningkatan Jalan Penghubung Desa Marek dan Pasi Jambu

×

PUPR Aceh Barat Lanjutkan Peningkatan Jalan Penghubung Desa Marek dan Pasi Jambu

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur vital dengan menggarap proyek peningkatan jalan yang menghubungkan Desa Marek dengan Desa Pasi Jambu, Kecamatan Kaway XVI. Proyek ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah dalam upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menunjang pembangunan desa secara menyeluruh.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Aceh Barat, Beni Hardi, menjelaskan bahwa pengerjaan proyek ini adalah kelanjutan dari tahap sebelumnya yang sudah berjalan. Tahun ini, Pemkab mengalokasikan dana sebesar Rp 932 juta untuk melanjutkan pengerasan dan pengaspalan jalan sepanjang 350 meter. Jalan utama yang diperbaiki memiliki lebar empat meter dengan tambahan bahu jalan satu meter di kiri dan kanan.

“Pengerjaan ruas jalan Marek–Pasi Jambu tahun ini menggunakan anggaran sekitar Rp 932 juta. Panjang jalan yang dikerjakan mencapai 350 meter dengan lebar badan jalan empat meter, serta bahu jalan selebar satu meter di kedua sisi,” jelas Beni saat ditemui di kantornya, Selasa (22/7/2025).

Beni menekankan bahwa ruas jalan ini bukan sekadar jalur penghubung biasa antar-desa. Lebih dari itu, jalan ini memiliki fungsi strategis sebagai jalur mitigasi bencana yang menghubungkan Kecamatan Kaway XVI dengan Kecamatan Meureubo. Keberadaan jalan ini sangat krusial dalam kesiapsiagaan dan respons cepat jika terjadi bencana alam di wilayah tersebut.

“Selain memudahkan mobilitas warga sehari-hari, jalan ini juga menjadi jalur evakuasi alternatif penting. Saat kondisi darurat bencana, akses yang lancar dan aman di jalur ini sangat dibutuhkan untuk penyelamatan warga dan distribusi bantuan,” jelasnya.

Manfaat lain dari peningkatan jalan Marek–Pasi Jambu, kata Beni, juga sangat terasa bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan kualitas jalan yang lebih baik, akses warga menuju berbagai fasilitas penting seperti sekolah, pusat kesehatan, dan pasar akan semakin lancar dan aman. Ini diyakini akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal, terutama bagi petani dan pekebun yang selama ini kesulitan membawa hasil panen ke pasar.

“Dengan adanya perbaikan jalan ini, masyarakat dapat lebih mudah dan cepat mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan. Akses menuju fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan pun akan jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” tambah Beni.

Selama ini, kondisi jalan yang rusak dan berlumpur saat musim hujan menjadi salah satu kendala utama masyarakat Desa Marek dan Pasi Jambu. Jalan yang sulit dilalui kendaraan seringkali menghambat distribusi hasil pertanian serta mobilitas warga. Dengan adanya perbaikan ini, Pemkab berharap produktivitas masyarakat di kawasan tersebut dapat meningkat secara signifikan.

Selain itu, keberadaan jalur alternatif yang lebih baik juga memudahkan warga dalam mengakses layanan publik di kecamatan lain tanpa harus menempuh jarak yang lebih jauh melalui jalan memutar. Kondisi ini tentu akan meningkatkan kualitas hidup warga dan mempercepat pemerataan pembangunan.

“Pembangunan jalan ini adalah wujud nyata komitmen Pemkab Aceh Barat dalam membangun daerah pinggiran dan desa secara berkelanjutan. Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus di pusat kota, tapi juga menyentuh masyarakat pedalaman yang selama ini kurang mendapat perhatian,” tegas Beni.

Proyek pengerasan dan pengaspalan jalan Marek–Pasi Jambu ini ditargetkan selesai dalam beberapa bulan ke depan, dengan catatan tidak ada hambatan berarti dari sisi cuaca maupun teknis lapangan. Dinas PUPR Aceh Barat berupaya agar pengerjaan berjalan lancar dan hasilnya sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.

Pantauan dari lapangan memperlihatkan alat berat dan tim teknis telah mulai melakukan proses pengerasan sejak awal Juli 2025. Antusiasme warga setempat pun tampak tinggi, mengingat harapan besar mereka pada akses jalan yang lebih baik.

Dengan kelanjutan proyek ini, jalan Marek–Pasi Jambu diharapkan tidak hanya menjadi penghubung desa, tetapi juga tulang punggung pembangunan wilayah Kecamatan Kaway XVI dan sekitarnya. Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap mutu pekerjaan dan penggunaan anggaran agar sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

“Pengawasan dan kontrol kualitas pekerjaan adalah prioritas kami agar proyek ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Beni.

Melalui upaya berkelanjutan seperti ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok daerah.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Daerah

Sigli. Habanusantara.net Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan personel selama pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK didampingi Wakapolres Pidie, para Pejabat Utama Polres Pidie, serta Ketua…

Daerah

Sigli. Habanusantara.net Kepolisian Resor (Polres) Pidie terus menunjukkan komitmennya dalam melayani dan membantu masyarakat. Senin (29/12/2025). Polres Pidie melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih di Masjid Alue Batee, Kemukiman Alue Batee,…

close