Daerah

Pemkab Aceh Barat Siapkan Dua Proyek Strategis: GOS di Meureubo dan Rumah Singgah di Banda Aceh

×

Pemkab Aceh Barat Siapkan Dua Proyek Strategis: GOS di Meureubo dan Rumah Singgah di Banda Aceh

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menggenjot perencanaan infrastruktur strategis sebagai bagian dari komitmen dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Di tahun anggaran 2025 ini, Dinas PUPR tengah menyiapkan dua paket pekerjaan penting yang diproyeksikan menjadi bagian dari penguatan fasilitas publik dan sosial di wilayah Aceh Barat.

Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Kurdi, melalui Kepala Bidang Penataan Ruang dan Bangunan (PRB), Chandra Petra Arisandi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang menyusun rencana teknis untuk dua proyek strategis. Proyek tersebut mencakup penyusunan Detail Engineering Design (DED) untuk Gedung Olahraga dan Seni (GOS) Aceh Barat, serta perencanaan teknis pembangunan rumah singgah milik pemerintah kabupaten yang direncanakan akan dibangun di Banda Aceh.

“Beberapa perencanaan strategis sedang kami siapkan, salah satunya penyusunan DED untuk GOS Aceh Barat yang berlokasi di Desa Pasi Pinang, Kecamatan Meureubo,” ujar Chandra kepada wartawan pada Jumat, 11 Juli 2025.

Ia menjelaskan, penyusunan DED merupakan tahapan awal yang sangat penting sebelum proyek fisik dapat dimulai. Dalam dokumen DED tersebut akan dimuat seluruh aspek teknis bangunan, mulai dari struktur utama, tata ruang, utilitas, hingga penataan lingkungan sekitar atau lanskap kawasan.

“Tujuan utama dari penyusunan DED ini adalah agar kami memiliki panduan teknis yang lengkap dan komprehensif. Semua rincian teknis akan tercantum dalam dokumen tersebut, termasuk konsep pengembangan jangka panjang untuk kompleks GOS ini,” jelas Chandra.

Keberadaan Gedung Olahraga dan Seni ini nantinya diharapkan menjadi pusat kegiatan masyarakat yang representatif, tidak hanya dalam bidang olahraga dan seni, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat menampung berbagai kegiatan komunitas. Selain untuk pembinaan atlet dan seniman lokal, GOS juga diproyeksikan sebagai lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan tingkat daerah hingga provinsi.

“Kami ingin menciptakan ruang multifungsi yang bisa digunakan untuk latihan olahraga, pertunjukan seni, pelatihan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di daerah,” tambah Chandra.

Selain proyek GOS, Dinas PUPR juga sedang menggarap perencanaan teknis pembangunan rumah singgah di Banda Aceh. Rumah singgah ini disiapkan untuk mendukung masyarakat Aceh Barat yang memiliki keperluan sementara di ibu kota provinsi, seperti pengobatan, pendidikan, atau urusan administrasi, namun tidak memiliki tempat tinggal selama di sana.

“Fasilitas ini sangat penting, khususnya bagi masyarakat dari keluarga kurang mampu yang harus tinggal sementara di Banda Aceh. Oleh karena itu, perencanaannya harus matang agar rumah singgah ini bisa benar-benar layak dan nyaman,” ungkapnya.

Rencana desain rumah singgah akan mencakup beberapa kamar tidur, ruang istirahat, dapur umum, dan fasilitas pendukung lainnya. Perencanaan dilakukan dengan memperhatikan aspek fungsional serta kenyamanan bagi penghuninya.

Menurut Chandra, kedua proyek ini saat ini masih berada dalam tahap awal perencanaan. Tim teknis Dinas PUPR tengah melakukan kajian mendalam serta penyusunan dokumen teknis. Jika semua proses berjalan sesuai jadwal dan mendapat persetujuan dari pimpinan daerah, maka pelaksanaan fisiknya akan segera dimulai.

“Sekarang semua masih dalam tahap review dan harmonisasi desain bersama tim teknis. Setelah ada arahan dari pimpinan, kita akan langsung masuk ke tahap eksekusi sesuai dengan jadwal yang sudah dirancang,” terang Chandra.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Dinas PUPR Aceh Barat berkomitmen penuh untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Tidak hanya sekadar membangun, tetapi juga memastikan bahwa hasil pembangunan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat.

“Kami ingin pembangunan ini tidak berhenti di atas kertas. Sejak awal, kami berupaya menyusun perencanaan yang realistis, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Harapannya, proyek ini akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif, baik dalam jangka pendek maupun panjang,” pungkasnya.

Dengan dimulainya proses perencanaan dua proyek strategis ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menunjukkan keseriusannya dalam mendorong pembangunan infrastruktur yang merata, inklusif, dan berpihak pada masyarakat.

Kedua proyek ini juga diharapkan menjadi simbol kemajuan daerah, dengan memberikan akses yang lebih luas terhadap fasilitas publik yang memadai, baik di bidang olahraga, seni, maupun dukungan sosial bagi warga yang membutuhkan.

Jika berhasil direalisasikan, Gedung Olahraga dan Seni serta rumah singgah ini akan menjadi bagian dari wajah baru pelayanan publik Aceh Barat, sekaligus menegaskan arah pembangunan yang lebih manusiawi dan berkeadilan.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Daerah

Sigli. Habanusantara.net Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan personel selama pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK didampingi Wakapolres Pidie, para Pejabat Utama Polres Pidie, serta Ketua…

Daerah

Sigli. Habanusantara.net Kepolisian Resor (Polres) Pidie terus menunjukkan komitmennya dalam melayani dan membantu masyarakat. Senin (29/12/2025). Polres Pidie melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih di Masjid Alue Batee, Kemukiman Alue Batee,…

close