Daerah

Pemkab Aceh Barat Ajukan Proposal Pembangunan Jalan Dua Jalur di Meulaboh Senilai Rp 117 Miliar

×

Pemkab Aceh Barat Ajukan Proposal Pembangunan Jalan Dua Jalur di Meulaboh Senilai Rp 117 Miliar

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengusulkan rencana pembangunan jalan dua jalur di kawasan dalam Kota Meulaboh kepada pemerintah pusat. Proposal tersebut telah diajukan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia dengan total anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 117 miliar.

Permohonan resmi pembangunan jalan dua jalur ini tertuang dalam surat Bupati Aceh Barat dengan nomor: 600.1.8/646, tertanggal 12 Juni 2025. Proposal ini diharapkan dapat menjadi bagian dari program prioritas nasional guna mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah barat Aceh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat, Kurdi, menyampaikan bahwa dalam proposal tersebut terdapat tiga ruas jalan utama yang diusulkan untuk dikembangkan menjadi dua jalur. Masing-masing ruas berada di lokasi strategis dalam Kota Meulaboh dan diproyeksikan akan memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat serta pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ruas pertama yang kami usulkan adalah jalan nasional di Kecamatan Meureubo, tepatnya dari batas jalan dua jalur yang sudah ada sampai ke Simpang Universitas Teuku Umar. Panjang jalan yang akan dibangun sekitar 2,57 kilometer dengan estimasi anggaran sebesar Rp 50 miliar,” jelas Kurdi saat ditemui di kantornya, Senin (7/7/2025).

Kemudian, ruas kedua adalah Jalan Sisingamangaraja yang terletak di Kecamatan Johan Pahlawan. Jalur ini membentang dari Simpang Kisaran menuju Simpang Lapang dengan panjang sekitar 2,48 kilometer. Untuk proyek ini, pemerintah daerah mengajukan anggaran sebesar Rp 46 miliar.

“Sedangkan ruas ketiga adalah Jalan Manek Roo, juga berada di Kecamatan Johan Pahlawan. Ruas ini menghubungkan Simpang Kisaran ke Simpang Kuta Padang dengan panjang sekitar 1,56 kilometer. Pagu anggaran yang kami usulkan sebesar Rp 21 miliar,” tambah Kurdi.

Kurdi menegaskan bahwa pembangunan jalan dua jalur ini tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur semata, tetapi juga mencakup visi besar untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat serta efisiensi pergerakan transportasi di dalam kota.

Menurutnya, jika rencana ini dapat terealisasi, manfaat yang akan dirasakan masyarakat cukup luas. Salah satunya adalah efisiensi waktu tempuh dalam perjalanan harian. Dengan jalur yang lebih lebar dan tertata, kendaraan dapat melaju dengan lebih lancar, mengurangi kemacetan yang selama ini kerap terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.

Selain itu, keamanan dan kenyamanan pengendara maupun pejalan kaki juga akan meningkat karena desain jalan dua jalur umumnya dilengkapi dengan trotoar, drainase yang baik, serta pembagian arus lalu lintas yang lebih teratur.

“Dengan aksesibilitas yang lebih baik, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau fasilitas publik, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga institusi pendidikan. Ini sangat penting bagi pengembangan kota secara menyeluruh,” ucapnya.

Manfaat lainnya, lanjut Kurdi, juga akan dirasakan oleh pemerintah daerah. Peningkatan kualitas infrastruktur akan berdampak langsung pada citra daerah, terutama dalam menarik minat investor. Pemerintah juga akan lebih mudah mengelola lalu lintas serta menerapkan kebijakan transportasi yang berkelanjutan.

Dari sisi ekonomi dan bisnis, Kurdi menyebut bahwa proyek ini dapat melancarkan distribusi barang dan jasa, serta mendorong peningkatan mobilitas tenaga kerja lokal. Tidak hanya itu, akses jalan yang baik juga dapat menjadi pemicu berkembangnya sektor pariwisata di Aceh Barat.

“Dengan infrastruktur yang memadai, Meulaboh dapat menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Aceh. Ini sejalan dengan rencana jangka panjang pembangunan daerah,” katanya optimistis.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat masih menunggu tanggapan resmi dari Kementerian PUPR terkait proposal yang diajukan. Kurdi berharap pemerintah pusat dapat memberikan dukungan penuh terhadap usulan tersebut, mengingat pentingnya proyek ini dalam mendorong pembangunan daerah.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membangun Aceh Barat yang lebih maju, terintegrasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Kurdi.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Daerah

Sigli. Habanusantara.net Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan personel selama pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK didampingi Wakapolres Pidie, para Pejabat Utama Polres Pidie, serta Ketua…

Daerah

Sigli. Habanusantara.net Kepolisian Resor (Polres) Pidie terus menunjukkan komitmennya dalam melayani dan membantu masyarakat. Senin (29/12/2025). Polres Pidie melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih di Masjid Alue Batee, Kemukiman Alue Batee,…

close