Daerah

Pemkab Aceh Barat Gandeng TNI Bangun Jalan Penghubung Antar Desa, Perkuat Akses dan Atasi Banjir

×

Pemkab Aceh Barat Gandeng TNI Bangun Jalan Penghubung Antar Desa, Perkuat Akses dan Atasi Banjir

Sebarkan artikel ini

Habanusantara.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah demi mendukung kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui pembangunan infrastruktur jalan di daerah-daerah yang selama ini masih minim akses. Kali ini, pembangunan dilakukan melalui skema karya bakti TNI yang menggandeng Kodim 0105 Aceh Barat sebagai pelaksana kegiatan secara swakelola.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Barat melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Benny Hardi, menyampaikan bahwa proyek pembangunan jalan tersebut telah resmi dikontrakkan pada tanggal 18 Juni 2025. Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Barat tahun 2025 dengan alokasi dana sebesar Rp 1 miliar.

“Penandatanganan kontrak telah kita lakukan bersama Kodim 0105 Aceh Barat yang menjadi pelaksana kegiatan secara swakelola. Ini bagian dari upaya sinergi antara pemerintah daerah dengan TNI dalam pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Benny, saat ditemui pada Kamis (26/6/2025).

Pembangunan jalan ini akan menghubungkan dua desa yang terletak di kecamatan berbeda, yakni Desa Semuling di Kecamatan Bubon dengan Desa Cot Murung di Kecamatan Woyla Induk. Total panjang ruas jalan yang akan dibuka dan diperbaiki mencapai 6,45 kilometer. Pembangunan ini menjadi sangat strategis karena akan memperlancar mobilitas warga serta meningkatkan akses menuju pusat ekonomi dan layanan publik.

Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa selain untuk meningkatkan konektivitas, pembangunan jalan ini juga ditujukan untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap terjadi di kawasan Desa Ateung Teupat, yang berada di sekitar jalur penghubung tersebut.

“Salah satu tujuan utama pembangunan jalan karya bakti TNI ini adalah untuk mengantisipasi dan meminimalkan dampak banjir yang kerap merendam wilayah sekitar, khususnya Desa Ateung Teupat. Dengan adanya jalan baru yang juga berfungsi sebagai jalur drainase dan akses cepat, maka aliran air bisa lebih terkendali, dan warga juga dapat mengungsi dengan cepat saat kondisi darurat,” ungkap Benny.

Pihak Dinas PUPR bersama Kodim 0105 Aceh Barat juga telah memulai proses awal pekerjaan di lapangan. Tahapan pematokan jalur dan mobilisasi alat berat serta material konstruksi telah dilakukan sejak akhir Juni. Proses ini menjadi langkah awal yang penting dalam memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Untuk target pelaksanaan, kata Benny, pekerjaan akan diselesaikan dalam waktu 50 hari kalender. Artinya, jika tidak terkendala cuaca atau faktor teknis lainnya, jalan penghubung Semuling–Cot Murung ini sudah bisa difungsikan dalam waktu kurang dari dua bulan ke depan.

“Kami berharap pekerjaan ini bisa rampung sesuai target waktu, yakni dalam 50 hari kerja. Tentunya semua pihak, baik dari dinas maupun TNI, akan saling berkoordinasi di lapangan agar tidak ada hambatan berarti selama pengerjaan,” tambahnya.

Benny juga mengapresiasi peran aktif Kodim 0105 Aceh Barat dalam mendukung program-program pembangunan daerah. Menurutnya, keterlibatan TNI tidak hanya sebatas pelaksana teknis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pekerjaan dan memperkuat kedisiplinan selama proses pembangunan berlangsung.

“Peran TNI sangat signifikan. Selain mampu bekerja secara cepat dan terorganisir, mereka juga memiliki kedekatan dengan masyarakat di lokasi, sehingga pekerjaan bisa berjalan dengan dukungan penuh dari warga,” jelasnya.

Program pembangunan jalan melalui karya bakti TNI ini sekaligus menjadi bentuk nyata kolaborasi antarlembaga yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Ke depan, Pemkab Aceh Barat berencana untuk terus melanjutkan sinergi semacam ini, terutama untuk wilayah-wilayah yang secara geografis sulit dijangkau namun memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, perdagangan, maupun pengembangan desa wisata.

Dengan terbukanya akses jalan dari Semuling ke Cot Murung, harapan akan kemajuan ekonomi masyarakat setempat pun kian terbuka lebar. Petani akan lebih mudah mengangkut hasil panennya, anak-anak bisa lebih cepat mencapai sekolah, dan aktivitas warga pun menjadi lebih efisien.

Tak hanya itu, pembangunan ini juga diharapkan mampu mereduksi kesenjangan antarwilayah yang selama ini masih terjadi di beberapa titik Kabupaten Aceh Barat. Jalan bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga menjadi penghubung harapan dan kemajuan masyarakat di daerah pelosok.

Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar proyek pembangunan ini bisa menjadi langkah awal dari pemerataan pembangunan yang berkelanjutan, dengan tetap melibatkan partisipasi masyarakat dan institusi seperti TNI yang telah terbukti memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan pembangunan di berbagai sektor.

Dengan semangat gotong royong dan sinergi yang kuat antara Pemkab Aceh Barat dan TNI, jalan baru Semuling–Cot Murung diharapkan menjadi simbol kemajuan dan solusi dari berbagai persoalan infrastruktur yang selama ini menghambat pertumbuhan di wilayah barat Aceh.

Follow Berita Habanusantara.net lainnya di Google News
Daerah

Sigli. Habanusantara.net Dalam rangka memastikan kesiapsiagaan personel selama pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK didampingi Wakapolres Pidie, para Pejabat Utama Polres Pidie, serta Ketua…

Daerah

Sigli. Habanusantara.net Kepolisian Resor (Polres) Pidie terus menunjukkan komitmennya dalam melayani dan membantu masyarakat. Senin (29/12/2025). Polres Pidie melaksanakan kegiatan pendistribusian air bersih di Masjid Alue Batee, Kemukiman Alue Batee,…

close