Habanusantara.net, Data terbaru BPS Aceh mengungkap capaian positif terkait persentase penduduk miskin di Aceh yakni 12,33 persen pada Maret 2025, angka tersebut turun 0,31 poin dibandingkan September 2024 lalu.
Sayang, penurunan itu tak merata. Di perkotaan, justru jumlah warga miskin meningkat, sedangkan perdesaan mencatat perbaikan signifikan.
Angka kemiskinan di kota naik dari 8,37 persen menjadi 8,54 persen dalam enam bulan terakhir. Sementara di perdesaan berhasil menurunkan angka dari 14,99 persen menjadi 14,44 persen.
“Secara total, kita memang menurun. Tapi pertumbuhan angka kemiskinan di kota tidak boleh diabaikan,” tegas Plt. Kepala BPS Aceh, Tasdik Ilhamudin, usai rilis survei di Kantor BPS Aceh, Jumat (25/7/2025).
Jumlah penduduk miskin Aceh saat ini berjumlah 704.690 jiwa. Dari angka itu, sekitar 174.180 orang tinggal di perkotaan—bertambah sekitar 5.470 jiwa sejak September 2024.
Kenaikan ini dipicu oleh melambungnya garis kemiskinan di kota, yang kini berada di level Rp716.522 per kapita per bulan.
Beban hidup di perkotaan memang terasa lebih berat. Selain kebutuhan pangan seperti beras, rokok kretek, dan ikan laut, warga miskin kota juga harus menanggung biaya sewa rumah, listrik, bensin, hingga biaya sekolah.
“Komponen non-pangan di kota jadi beban utama bertambahnya kemiskinan,” tambah Tasdik.
Meski Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Aceh menurun, yang artinya kesenjangan antarpenduduk miskin mulai mereda, lonjakan angka di kota menjadi sinyal kritis.[]




















