habanusantara.net,—Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Banda Aceh secara resmi menggelar seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) 2025. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Umum PBVSI Banda Aceh, Nursaady Ibrahim, pada Minggu, 6 Juli 2025 di Lapangan Voli BIMA VC, Batoh.
Seleksi yang berlangsung selama tiga hari, dari 6 hingga 8 Juli 2025, diikuti oleh hampir 100 pemain putra dan putri. Para peserta berasal dari berbagai latar belakang, antara lain utusan klub voli, sekolah menengah atas (SMA/SMU/MAN), peserta perorangan, serta pemain dari luar Kota Banda Aceh.
Proses seleksi ini dipimpin langsung oleh pelatih-pelatih berpengalaman: Kaswandi (pelatih voli putra), Murizal atau akrab disapa Ai (pelatih voli putri), serta Pamuji (pelatih voli pasir).
Pembukaan seleksi turut dihadiri oleh Ketua Klub BIMA VC sekaligus perwakilan aparatur Gampong Batoh, Fauzan, serta jajaran pengurus PBVSI Banda Aceh, di antaranya Wakil Sekretaris I Teuku Hairunis—yang juga menjabat sebagai Kabid Pemuda Dispora Banda Aceh—dan Wakil Sekretaris II Muhammad Al Kausar (Dek Mad).
Fauzan menyampaikan rasa bangganya karena lapangan BIMA VC dipercaya menjadi lokasi seleksi.
“InsyaAllah hingga tahap pemusatan latihan (TC), kami siap mendukung PBVSI Banda Aceh. Kita memiliki tujuan yang sama untuk memajukan kembali olahraga voli di Kota Banda Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Nursaady mengungkapkan apresiasinya atas antusiasme para peserta. “Para pemain tampil penuh semangat dan menunjukkan kemampuan terbaik. Kami berharap dari seleksi ini akan terjaring atlet-atlet unggulan yang siap membela PBVSI Banda Aceh pada ajang Pra PORA 2025 di semua kategori: voli indoor putra, voli indoor putri, serta voli pasir putra dan putri,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Nursaady juga mengucapkan terima kasih kepada Klub BIMA VC yang telah menyediakan fasilitas lapangan dan mendukung penuh kegiatan ini. Ia pun mengajak seluruh masyarakat Banda Aceh untuk turut memberikan doa dan dukungan demi kesuksesan tim voli Banda Aceh ke depan. (Sudirman Mansyur).



















