Habanusantara net | Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat upaya pencegahan stunting melalui Posyandu.
Dengan strategi mengutamakan pemantauan gizi balita dan edukasi orang tua, angka stunting di Banda Aceh berhasil ditekan dari 25,1% pada 2022 menjadi 21,7% pada 2023.
Stunting adalah kondisi di mana pertumbuhan anak terhambat, ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari standar yang sesuai untuk usia mereka.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Lukman, stunting disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kurangnya asupan gizi yang adekuat, infeksi berulang, serta kurangnya stimulasi dan perhatian dari lingkungan sekitar.
“Faktor-faktor ini bisa bersifat kompleks dan saling berkaitan, yang membuat penanganan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif,” jelas Lukman.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran penting Posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan masyarakat. Berdasarkan data per September 2024, sebanyak 9,17% dari 11.723 balita di Banda Aceh masih mengalami stunting.
Posyandu berperan dalam pemantauan rutin dan deteksi dini, sehingga intervensi seperti pemberian makanan tambahan atau rujukan kesehatan bisa dilakukan lebih cepat.
“Posyandu sangat penting dalam membantu orang tua memantau pertumbuhan anak, khususnya balita, melalui pemantauan rutin. Dengan deteksi dini, kita bisa mencegah dampak stunting lebih awal,” ujar Lukman
Ciri-ciri stunting pada balita meliputi tinggi badan yang tidak sesuai dengan usia, kesulitan dalam perkembangan motorik, serta penurunan berat badan yang tidak sehat.
Dalam kasus yang lebih serius, anak-anak stunting juga dapat mengalami masalah kesehatan jangka panjang, termasuk gangguan fungsi kognitif dan daya tahan tubuh yang rendah.
“Penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda ini, sehingga mereka dapat segera mendapatkan bantuan dari Posyandu atau tenaga kesehatan,” imbuh Lukman.
Selain pemantauan kesehatan, kader Posyandu juga memberikan edukasi tentang pentingnya ASI eksklusif, makanan pendamping ASI, serta pola makan sehat bagi ibu hamil.
Edukasi ini membantu orang tua memahami kebutuhan gizi yang tepat untuk tumbuh kembang anak, mencegah risiko stunting yang bisa muncul sejak dalam kandungan.
Dalam beberapa kasus, balita yang terindikasi kekurangan gizi atau berisiko stunting mendapatkan makanan tambahan bergizi tinggi dari Posyandu.
Program ini dirancang untuk membantu anak-anak memenuhi kebutuhan gizi harian, memperbaiki kondisi kesehatan, dan mendukung pemulihan bagi balita yang sudah menunjukkan tanda-tanda stunting.
Keberhasilan program stunting di Banda Aceh juga melibatkan kolaborasi lintas sektor, seperti Puskesmas, pemerintah desa, serta sektor pendidikan dan sosial.
Sinergi ini memastikan semua aspek yang memengaruhi stunting ditangani secara komprehensif, dari gizi hingga dukungan kesejahteraan keluarga.
“Sinergi antara sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan ekonomi sangat krusial dalam mencapai penurunan stunting yang signifikan. Kolaborasi ini menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tambah Lukman.
Melihat penurunan angka stunting yang cukup signifikan di 2023, Pemerintah Kota Banda Aceh optimis angka ini akan semakin menurun pada 2024.
Upaya sosialisasi dan edukasi sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) terus ditingkatkan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, khususnya para ibu hamil, mengenai pentingnya gizi seimbang sejak masa kehamilan.
“Keberhasilan ini adalah hasil dari kerja sama yang solid. Kami akan terus berupaya memastikan penurunan angka stunting berkelanjutan,” tutur Lukman
Lukman juga mengajak orang tua untuk memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang kaya protein hewani, seperti daging, ikan, dan telur.
Protein hewani berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, penting bagi orang tua untuk menjaga pola makan yang seimbang, memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin di Posyandu.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan risiko stunting dapat ditekan dan anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal.[***]




















