Panglima menambahkan pada Bulan Ramadhan ini dapat melahirkan manusia penyebar kedamaian sehingga membawa dampak kehidupan yang selaras, seimbang, saling menghargai dan menghormati serta tidak saling bertikai antara satu dengan lainnya. puasa harus membawa dampak kehidupan yang damai, karena puasa seseorang tidak dinilai sah apabila dikerjakan dengan dibarengi sifat dan sikap yang tidak damai, semisal menyebarkan fitnah, adu domba, berdusta, dan menteror kedamaian orang lain.
“Orang-orang yang bertakwa pada hakekatnya adalah manusia-manusia yang memiliki daya tahan terhadap berbagai godaan, pengaruh, perilaku yang tidak baik serta berbagai dosa yang akan merusak kepribadian dan integritas diri. orang-orang Muttaqin pada hakekatnya akan senantiasa menciptakan ketertiban sosial, keadaan aman dan rasa aman di lingkungan masing-masing. Hal ini sesuai dengan surat Quraisy ayat 3-4 yang mengatakan yang mengatakan “maka hendaklah mereka menyembahkan pemilik rumah ini (ka’bah) yang telah memberikan makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. Dan sesuai juga dengan sabda Rasullullah SAW yang berbunyi: “seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, dia tidak boleh menganiaya saudaranya dan tidak membolehkan saudaranya teraniaya (H.R. Muslim)”, Tutup Pangdam.




















