
Lebih lanjut dr.Hanif mengatakan, imunisasi dasar pada anak diberikan untuk bayi usia 0-18 bulan meliputi imunisasi HBO untuk mencegah hepatitis B dan kanker hati diberikan kepada bayi baru lahir hingga usia 24 jam; imunisasi BCG dan Polio 1 untuk mencegah tuberkulosis dan polio diberikan pada bayi usia satu bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, dan Polio 2 untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophilus, influenza tipe b.
Kemudian polio untuk bayi usia dua bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, dan Polio 3 untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, haemophilus, influenza tipe b. Polio untuk bayi usia tiga bulan; imunisasi DPT, HB, Hib, polio 4, dan IPV untuk mencegah difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, influenza tipe b.
Selanjutnya polio diberikan untuk bayi usia empat bulan; dan imunisasi campak dan rubela untuk mencegah penyakit campak dan rubella diberikan kepada bayi usia sembilan bulan.
Kemudian ada imunisasi lanjutan yang diberikan kepada anak usia 12-14 bulan berupa imunisasi DPT, HB, Hib, campak, dan rubela. Seorang anak dinyatakan sudah diimunisasi dasar lengkap apabila sudah mendapatkan semua imunisasi tersebut sesuai dengan jadwal.
Pemberian imunisasi yang digiatkan melalui BIAN untuk mencegah kesakitan dan kecacatan akibat penyakit campak, rubela, polio, pneumonia atau radang paru, meningitis atau radang selaput otak, pertusis atau batuk rejan, dan hepatitis B.
Dokter Novi Yuliana salah seorang dokter di Puskesmas Jaya Baru mengatakan Sebelum memberikan imunisasi pada anak, terlebih dahulu akan diskrining seperti mengecek kesehatan anak secara umum.
“Kalau untuk imunisasi anak ketika skrining paling kita tanya apakah sedang demam atau sedang batuk pilek, kalau tidak bisa langsung disuntikkan imunisasinya,” ujarnya.
Novi menjelaskan, selama dua tahun terakhir, khususnya di Kecamatan Jaya Baru, tingkat partisipasi orang tua yang membawa anaknya ke posyandu untuk diimunisasi sangat menurun. Banyak orang tua berpikir pemberian imunisasi kepada anak sama dengan vaksinasi Covid-19 sehingga membuat mereka menjadi waswas.
“Kalau kita lihat dari capaian imunisasinya dalam dua tahun ini jauh menurun, makanya keluarlah BIAN untuk mengejar kembali yang ketinggalan selama pandemi, jadi sampai usia lima tahun masih bisa dikejar untuk pemberian imunisasi dasar ini,” katanya.
Dampak dari menurunnya cakupan imunisasi pada anak ini kata Novi, telah menyebabkan munculnya penyakit campak dan diketahui di setiap kecamatan di Banda Aceh ditemukan kasusnya sehingga menjadi kasus luar biasa[adv]




















