Habanusantara.net -Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah menerima sejumlah vaksin yang didistribusikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Aceh untuk melakukan pemberian keseluruhan puskesmas berdasarkan sesuai kebutuhan, Rabu 9 September 2026.
Dikonfirmasi Habanusantara Net Kepala Dinas kesehatan Aceh Utara Nurzahri, SKM., MKM., membenarkan adanya penerimaan Vaksin perbulan dari provinsi namun kini yang ada di gudang farmasi, Vaksin HPV, hepatitis B, BCG, MR, VAR (RABIVAX) , TD, DT, DPT Hb-Hib (COMBI FIVE) ,ROTAVIRUS, POLIO TETES, IPV dan PCV VALENINA,Terakhir di terima bulan agustus kemarin Tgl 22-8-2026.
Guna merespons situasi ini, Dinkes Aceh Utara menggencarkan program pemberian imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) di seluruh fasilitas kesehatan dasar, mulai dari Puskesmas hingga Posyandu di lingkungan warga.
Nurzahri menjelaskan bahwa campak merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dengan tingkat penularan yang sangat cepat melalui udara.
Kondisi ini membuat penyebarannya mudah meluas, terutama di area padat penduduk atau lingkungan dengan interaksi sosial yang tinggi.
Penyakit ini secara khusus mengancam kelompok usia balita yang sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk secara sempurna.
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara memaparkan bahwa campak sejatinya masuk ke dalam daftar Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), sama halnya dengan polio, tetanus, hepatitis, dan difteri.
“Penularannya virus itu bisa melalui udara. Karena ada virusnya, bisa di udara, bisa kena,” katanya.
Guna memutus mata rantai penularan,Nurzahri, SKM., MKM., menekankan bahwa tidak ada cara yang lebih efektif selain membentuk kekebalan tubuh buatan melalui vaksinasi.
“Sebenarnya itu termasuk daripada penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi,” ujar Nurzahri saat memberikan penjelasan edukatif kepada media ini.
Ia memastikan bahwa imunisasi campak memiliki tingkat efektivitas yang sangat tinggi.
Anak yang telah mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap pada saat balita akan memiliki perlindungan ganda.
Andai kata anak tersebut tetap terpapar virus karena faktor lingkungan, tingkat keparahannya dipastikan akan jauh lebih ringan dibandingkan dengan anak yang sama sekali tidak pernah menerima suntikan vaksin.
“Sebenarnya kalau dia imunisasinya bagus pada saat balita, itu insya Allah tidak kena. Kalaupun kena, tidak separah orang yang tidak diimunisasi,” tegasnya.[Mnw]





