Rumah Singgah BFLF Banda Aceh Terancam Tak Berlanjut, Butuh Rp100 Juta Sebelum Septembe

Syaiful AN
BFLF
Rumah Singgah BFLF Banda Aceh. [BFLF]
A-AA+A++

HABANUSANTARA.NET — Masa sewa Rumah Singgah Blood For Life Foundation (BFLF) Indonesia di Banda Aceh akan berakhir pada September 2026. BFLF membutuhkan sekitar Rp100 juta untuk memperpanjang sewa selama dua tahun dan memenuhi kebutuhan operasional agar rumah singgah bagi pasien kurang mampu tetap berfungsi.

Ketua Umum BFLF Indonesia, Michael Octaviano, mengatakan kebutuhan dana tersebut mencakup biaya sewa serta operasional rumah singgah, seperti listrik, air, dan kebutuhan lainnya.

“Rumah Singgah BFLF selama ini dihuni oleh pasien sakit kronis kurang mampu mulai dari anak-anak hingga dewasa yang sedang menjalani proses berobat panjang di Rumah Sakit Banda Aceh,” kata Michael. Selasa, 1 September 2026.

Menurut Michael, keberadaan rumah singgah menjadi salah satu penunjang bagi pasien kurang mampu yang harus menjalani pengobatan dalam waktu panjang di Banda Aceh. Mereka dapat menggunakan rumah tersebut selama menjalani proses pengobatan tanpa harus menanggung biaya tempat tinggal secara mandiri.

Karena masa sewa segera berakhir, BFLF mengajak masyarakat ikut membantu memenuhi kebutuhan perpanjangan tersebut. Donasi dibuka tanpa batas nominal.

“Tidak harus besar. Seribu, sepuluh ribu, seratus ribu atau berapa pun yang kita mampu, ketika dilakukan bersama-sama akan menjadi kekuatan besar. Yang kami jaga bukan sekadar bangunan, tetapi pintu yang selama ini terbuka bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

BFLF menyediakan dua rekening untuk penyaluran bantuan. Donasi melalui Bank BSI dapat dikirim ke rekening 812-608-5290 atas nama Blood For Life Foundation. Sementara melalui Bank Aceh dapat disalurkan ke rekening 614-0224-7809008, juga atas nama Blood For Life Foundation.

Donatur dapat mengonfirmasi bantuan melalui Call Center BFLF di nomor 0823-7080-9008.

Bantuan juga dapat diserahkan langsung ke Rumah Singgah BFLF Indonesia di Jalan Kepiting Nomor 5, Banda Baru (Lampriet), Banda Aceh.

Michael mengatakan dukungan terhadap keberlanjutan rumah singgah diharapkan datang dari berbagai pihak, termasuk masyarakat, instansi pemerintah, dan sektor swasta.

Ia mengatakan BFLF selama ini menggunakan rumah tersebut sebagai bagian dari kegiatan kemanusiaan untuk membantu pasien dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan tempat singgah selama berada di Banda Aceh.

“Karena itu, ia berharap kepedulian tersebut dapat datang dari berbagai penjuru Indonesia. Masyarakat yang pernah bersentuhan dengan gerakan kemanusiaan BFLF maupun mereka yang baru mengenalnya dipersilakan mengambil bagian sesuai kemampuan,” ujarnya.

Michael kembali mengajak masyarakat bergotong royong agar rumah singgah tersebut tetap dapat digunakan.

“Mari kita pikul bersama untuk membantu masyarakat kita. Terimakasih untuk sahabat yang telah membantu,” tutur Michael. [SA]