Habanusantara.net — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lhokseumawe menilai dugaan penganiayaan terhadap wartawan Haiqal Alfikri dalam kericuhan seusai pertandingan sepak bola di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, perlu diusut secara menyeluruh.
Ketua PWI Lhokseumawe, Sayuti Achmad, mengatakan pihaknya telah membentuk tim untuk mengumpulkan informasi terkait insiden yang menyebabkan Haiqal mengalami cedera tersebut. PWI juga menduga terdapat kemungkinan kejadian itu berkaitan dengan aktivitas jurnalistik Haiqal selama ini.
“Kami sudah melakukan investigasi. Fakta yang kami temukan di lapangan tidak seperti yang disampaikan Danramil. Karena itu, persoalan ini perlu dilihat secara utuh dan jangan sampai muncul narasi yang justru mengaburkan fakta,” kata Sayuti, Jumat (28/8/2026).
Menurut Sayuti, PWI sedang menelusuri berbagai informasi mengenai insiden tersebut, termasuk kemungkinan adanya persoalan yang berkaitan dengan pemberitaan yang dilakukan Haiqal sebelumnya.
Salah satu yang menjadi perhatian PWI adalah aktivitas jurnalistik Haiqal yang disebut cukup intens meliput sejumlah persoalan di Kecamatan Tanah Luas, termasuk informasi mengenai dugaan penggelapan dana kegiatan peringatan 17 Agustus.
Namun, Sayuti menegaskan dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan pendalaman fakta.
“Kami melihat ada kemungkinan persoalan ini berkaitan dengan aktivitas jurnalistik Haiqal. Tetapi tentu semuanya harus dibuktikan. Kami tidak ingin membuat kesimpulan sebelum seluruh fakta terungkap,” ujarnya.





