PWI Duga Penganiayaan Haiqal Berkaitan dengan Liputan Dana 17 Agustus

Redaksi
A-AA+A++

Kronologi Versi Haiqal

Haiqal Alfikri mengatakan dirinya berada di lokasi pertandingan antara Gampong Ampeh dan Gampong Trieng di Lapangan Bola Kaki Bumigas, Blang Jruen, Kecamatan Tanah Luas, ketika pertandingan berakhir.

Menurut Haiqal, sebelum kericuhan terjadi, salah seorang pemain Gampong Trieng melakukan selebrasi yang dinilainya bernuansa provokatif di hadapan pendukung Gampong Ampeh.

Ketika situasi mulai memanas, Haiqal turun ke lapangan. Ia mengaku hendak mengambil dokumentasi sebagai bagian dari tugas jurnalistiknya sekaligus melihat situasi yang terjadi.

“Saya turun ke lapangan untuk mengambil dokumentasi. Ketika ada yang merongrong saya, saya hendak menjelaskan kapasitas saya sebagai wartawan,” kata Haiqal.

Ia kemudian mengaku mengalami tindakan kekerasan. Menurut keterangannya, seorang anggota TNI memitingnya dari belakang, kemudian anggota lainnya diduga melakukan pemukulan.

“Saya dipiting dari belakang. Kemudian ada anggota lain yang melakukan penganiayaan. Alhamdulillah, ada anggota Polsek Tanah Luas yang langsung melindungi saya dan berteriak agar tindakan tersebut dihentikan,” ujarnya.

Haiqal menyebut tindakan tersebut menyebabkan dirinya mengalami nyeri pada bagian rusuk. Ia kemudian mendapatkan penanganan medis dan masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Haiqal juga membantah informasi yang menyebut dirinya diamankan oleh personel Polsek Tanah Luas.

“Saya tidak diamankan. Saya sendiri yang berlari ke Polsek karena kendaraan saya memang biasa saya parkir di sana ketika menonton pertandingan sepak bola,” katanya.