Green Zakat BSI Raih Anugerah Utama ESG 2026

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net, Program Green Zakat PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) melalui Kampung Usaha Gula Aren Cianjur meraih Anugerah Utama Sektor Perbankan Implementasi Zakat Hijau dalam ajang IDX Channel Anugerah ESG 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan BSI mengembangkan zakat produktif yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Program Kampung Usaha Gula Aren Cianjur melibatkan 92 penerima manfaat yang menjadi petani aktif binaan. Program tersebut juga mendukung pengelolaan sekitar 49 hektare lahan aren dan mencatat penjualan gula aren lebih dari Rp1,025 miliar.

Pengembangan program dilakukan secara bertahap, mulai dari pembentukan kelompok usaha, pelatihan dan pendampingan, hingga penyediaan permodalan. BSI bersama mitra kemudian membantu peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta pemenuhan legalitas usaha.

Program ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk BUMDes, kelompok tani, dan tokoh masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat usaha masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis komoditas aren.

Melalui pemanfaatan potensi nira aren di Cianjur, BSI membangun ekosistem produksi dan pemasaran yang melibatkan petani serta produsen lokal. Pendekatan tersebut menempatkan dana zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi yang menghasilkan nilai tambah bagi penerima manfaat.

Penghargaan IDX Channel Anugerah ESG 2026 diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dan diterima SVP ESG BSI M. Syukron Habiby.

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan Green Zakat merupakan bagian dari upaya BSI memperluas fungsi zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

“Inilah yang menjadi peran BSI yang tidak hanya mitra finansial, melainkan sebagai sahabat sosial dan lingkungan melalui optimalisasi green zakat,” kata Bob.

Menurut dia, pengembangan zakat tersebut diarahkan tidak hanya untuk membantu pengentasan kemiskinan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan.

BSI menyatakan akan memperluas implementasi Green Zakat melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di berbagai daerah. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekonomi umat sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).