Habanusantara.net – Anggota DPRK Banda Aceh, Ismawardi, mengapresiasi kinerja Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh yang dinilai berhasil menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih sekaligus menghadirkan berbagai prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.
Menurut Ismawardi, salah satu indikator keberhasilan Diskominfotik terlihat dari tidak adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap pengelolaan keuangan dinas tersebut.
Capaian itu menunjukkan komitmen kuat dalam menerapkan tata kelola anggaran yang transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan.
“Menjadi OPD yang bebas dari temuan BPK tentu bukan sesuatu yang diperoleh secara instan. Ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, dan komitmen seluruh jajaran dalam mengelola keuangan negara secara profesional,” kata Ismawardi, Kamis (16/7/2026).
Politisi itu menilai keberhasilan tersebut patut diapresiasi dan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan dan pelayanan kepada masyarakat.
Tak hanya mampu menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran, Ismawardi juga menyoroti sederet prestasi yang berhasil diraih Diskominfotik Banda Aceh sepanjang 2025.
Salah satunya, Pemerintah Kota Banda Aceh berhasil meraih predikat Sangat Baik dalam Evaluasi Kinerja Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik (SP4N-LAPOR!) yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri.
Banda Aceh bahkan masuk dalam tiga pemerintah kota terbaik se-Indonesia, sebuah capaian yang menunjukkan keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun sistem pengaduan masyarakat yang cepat, responsif, dan efektif.
Selain itu, Diskominfotik juga mengantarkan Pemerintah Kota Banda Aceh meraih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik dengan predikat Informatif, sekaligus memperoleh nilai tertinggi kategori pemerintah kabupaten/kota di Aceh pada tahun 2025 yang diberikan oleh Komisi Informasi Aceh.
Menurut Ismawardi, dua penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Diskominfotik tidak hanya mampu mengelola administrasi pemerintahan dengan baik, tetapi juga terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik berbasis digital.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa Diskominfotik bekerja bukan hanya mengejar target administrasi, tetapi benar-benar membangun pelayanan publik yang terbuka, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Ini patut menjadi contoh bagi OPD lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, di tengah tuntutan era digital, peran Diskominfotik menjadi semakin strategis dalam mendukung transformasi pemerintahan. Karena itu, berbagai inovasi yang telah dilakukan perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan agar pelayanan publik di Kota Banda Aceh semakin modern, transparan, dan mudah diakses masyarakat.
Ismawardi berharap capaian yang telah diraih tidak membuat jajaran Diskominfotik cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
“Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari pelayanan yang semakin baik, sekaligus memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari penyimpangan tetap terjaga,” pungkasnya.[***]





