Sawah Kering dan Irigasi Rusak, Warga Baktiya Desak Pemkab Aceh Utara Segera Diperbaiki

Munawir
A-AA+A++

Habanusantara.net – Sejumlah desa di Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera menangani kerusakan saluran irigasi dan akses jalan yang terdampak banjir. Kerusakan infrastruktur tersebut menyebabkan aktivitas pertanian masyarakat terganggu dan mengancam perekonomian warga yang bergantung pada sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Keluhan itu disampaikan para keuchik dari sejumlah gampong yang hingga kini masih menunggu realisasi perbaikan pascabanjir. Mereka menilai kerusakan saluran irigasi menjadi persoalan paling mendesak karena menyebabkan sawah mengalami kekeringan dan petani kesulitan memulai musim tanam.

Keuchik Gampong Matang Baro, Abdul Aziz, mengatakan masyarakat telah berbulan-bulan menunggu perbaikan saluran irigasi yang rusak akibat banjir. Namun hingga kini belum ada penanganan yang dinilai mampu memulihkan kondisi pertanian warga.

“Kami menunggu berbulan-bulan agar saluran irigasi yang rusak segera diperbaiki. Masyarakat kami bergantung pada sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan. Sekarang akses jalan juga rusak dan belum ada perbaikan dari pemerintah daerah,” kata Abdul Aziz, Senin (22/6/2026).

Menurutnya, kerusakan irigasi menyebabkan pasokan air ke areal persawahan terhenti. Akibatnya, banyak lahan pertanian yang mengering dan tidak dapat ditanami sebagaimana biasanya.

Abdul menjelaskan kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penghasilan masyarakat. Sebagian besar warga menggantungkan kehidupan dari hasil pertanian sehingga terhentinya aktivitas bercocok tanam ikut mempengaruhi perekonomian keluarga.

Ia mengatakan masyarakat saat ini hanya bisa menunggu adanya langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki saluran irigasi dan akses jalan yang rusak.

“Petani sangat membutuhkan air untuk sawah mereka. Kalau irigasi tidak segera diperbaiki, masyarakat akan semakin kesulitan karena tidak bisa turun ke sawah,” ujarnya.

Abdul yang didampingi sejumlah keuchik lainnya berharap Bupati Aceh Utara dapat turun tangan dan mempercepat penanganan infrastruktur yang rusak akibat banjir. Menurut mereka, perbaikan irigasi menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas pertanian dapat kembali berjalan normal.

Selain saluran irigasi, warga juga mengeluhkan kondisi badan jalan yang mengalami kerusakan di sejumlah titik. Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk mengangkut hasil pertanian dan menunjang aktivitas ekonomi sehari-hari.

Para keuchik berharap pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran dan menurunkan tim teknis ke lapangan guna melihat langsung kondisi yang dihadapi masyarakat.

Mereka menilai percepatan pemulihan infrastruktur pascabanjir sangat penting untuk menggerakkan kembali sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi warga di Kecamatan Baktiya.

“Harapan masyarakat sederhana, irigasi diperbaiki dan akses jalan dipulihkan sehingga petani bisa kembali bekerja dan perekonomian warga dapat kembali berjalan normal,” kata Abdul Aziz.

Writer: Munawir