Bangkitkan Ekonomi Rakyat, Illiza Pusatkan Peukan Raya Ramadhan di Lahan Bekas PAS

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh akan menggelar Peukan Raya Ramadhan 1447 Hijriah pada 27 Februari hingga 13 Maret 2026. Menariknya, kegiatan tersebut dipusatkan di eks lahan Pasar Aceh Shopping Center (PAS) yang telah dinyatakan clean and clear pascapembongkaran.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan Peukan Raya Ramadhan merupakan inisiatif strategis baru dalam percepatan pemulihan ekonomi pascabencana sekaligus penguatan ekosistem usaha masyarakat pada momentum bulan suci Ramadan.

“Peukan Raya Ramadhan merupakan festival ekonomi berbasis masyarakat yang diinisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh dengan mengusung semangat Khanduri–Raseuki–Silaturahmi. Ini adalah perayaan Ramadhan yang mengintegrasikan budaya lokal dengan penguatan ekonomi umat,” ujar Illiza, Senin (16/2/2026).

Selama 15 hari pelaksanaan, kegiatan ini dibagi dalam tiga zona utama, yakni Peukan Raseuki, Peukan Khanduri, dan Peukan Silaturahmi.

Peukan Raseuki menjadi pusat aktivitas niaga yang terbagi dalam dua area, yakni Peukan Takjil serta Peukan Raya yang diisi UMKM kuliner dan nonkuliner. Para pelaku usaha akan menawarkan beragam produk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya dalam satu ruang niaga terintegrasi di jantung kota.

Sementara Peukan Khanduri menghadirkan rangkaian atraksi dan festival budaya, seperti Tradisi Teumok Khanduri Ramadhan—berbagi takjil langsung dari belanga—kolaborasi Dzikir Dalael dan Tarian Sufi, kolaborasi Nasyid dan Perkusi Nusantara, hingga beragam atraksi budaya lainnya.

Adapun Peukan Silaturahmi dirancang sebagai ruang interaksi kreatif-kolaboratif yang menyuguhkan pertunjukan, permainan, serta obrolan ringan yang menjadi aktivitas “ngabuburit” menarik setiap harinya.

Menurut Illiza, peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan serta semangat berbagi dan kebersamaan menjadikan festival ini bukan sekadar ruang transaksi ekonomi, tetapi juga ruang solidaritas sosial.

“Konsep Khanduri (berbagi) menjadi penggerak terbukanya peluang Raseuki (rezeki) bagi pelaku usaha lokal. Kita ingin menghadirkan ruang yang menghidupkan ekonomi sekaligus mempererat silaturahmi warga,” katanya.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemberdayaan UMKM, Pemerintah Kota Banda Aceh menyediakan 100 los pameran gratis bagi UMKM kuliner yang lolos proses kurasi. Seleksi dilakukan secara bertahap dan terukur untuk memastikan kualitas serta kesiapan pelaku usaha.

Proses registrasi dilakukan secara daring melalui tautan bit.ly/UMKM-PRRAMADHAN2026 yang dapat diakses mulai 18 Februari 2026 pukul 22.00 WIB.

Illiza berharap Peukan Raya Ramadhan 2026 menjadi katalis kebangkitan ekonomi Kota Banda Aceh dengan menghidupkan kembali pusat perdagangan dan meningkatkan perputaran transaksi.

“Kita ingin menghidupkan kembali pusat perdagangan, meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai salah satu pilar utama ekonomi Banda Aceh,” demikian Illiza.[]