Habanusantara.net – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara membantah tudingan warganet yang menilai kunjungan sejumlah pejabat ke Jakarta bertujuan untuk “mengemis proyek” ke Kementerian Transmigrasi.
Klarifikasi ini disampaikan oleh Pelaksana Harian (Plh) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Utara, Hamdani, pada Sabtu (26/7/2025) malam.
Baca juga : Pemkab Aceh Utara Disorot Warganet, Diduga ‘Mengemis’ Proyek ke Kementerian Transmigrasi
Menurut Hamdani, perjalanan pejabat Pemkab Aceh Utara ke kementerian bukan untuk meminta proyek, melainkan bagian dari upaya membangun komunikasi dengan pemerintah pusat. Langkah ini, kata dia, sejalan dengan program percepatan pembangunan daerah yang telah menjadi prioritas Pemkab Aceh Utara.
“Membangun komunikasi dengan pemerintah pusat merupakan program Pemkab Aceh Utara demi percepatan pembangunan daerah,” ujarnya melalui pesan WhatsApp saat dihubungi HabaNusantara.net.
Hamdani menambahkan, Kepala Dinas Kominfo Aceh Utara Halidi, MM, sedang cuti sehingga dirinya yang memberikan keterangan resmi.
Hamdani menegaskan, Pemkab Aceh Utara berkomitmen dan serius membangun daerah. Ia juga menanggapi wajar bila ada warganet yang menilai kunjungan tersebut sebagai “mengemis proyek”, karena itu bagian dari kebebasan berpendapat.
“Ini adalah komitmen dan keseriusan Pemkab dalam membangun Aceh Utara. Kalau ada yang menilai ‘pengemis’, itu sah-sah saja sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Namun, kami tetap harus menjemput bola ke pemerintah pusat demi percepatan pembangunan”
— Hamdani Plh Diskominfo Aceh Utara
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan kunjungan Bupati Aceh Utara ke Jakarta menjadi bahan perbincangan warganet. Rekaman singkat yang diunggah akun TikTok @aceh.tulen (Nasir Usman) itu viral dan telah ditonton hampir 50 ribu kali.
Meski banyak komentar bernada kritik, tidak sedikit warganet yang melihat sisi positif dari kunjungan tersebut. Sebagian menilai, jika serius dijalankan, program transmigrasi di Cot Girek, Aceh Utara, justru dapat menjadi contoh baik bagi daerah lain.





