Haba Nusantara.net– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, mengajak seluruh pekerja dan buruh di Banda Aceh untuk memperingati Hari Buruh Internasional (Mayday) 2025 dengan suasana damai, aman, dan tertib.
Irwansyah menegaskan, menyuarakan aspirasi boleh, namun harus tetap menjaga kondusivitas dan ketertiban umum.
“Dalam hal ini kami mengimbau kepada seluruh pekerja atau buruh yang ingin merayakan Mayday agar dapat melaksanakannya dengan tetap menjaga situasi yang kondusif,” kata Irwansyah, Senin (28/4/2025).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebutkan, Mayday adalah momentum penting untuk memperkuat solidaritas buruh sekaligus menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Namun, ia menekankan agar aksi-aksi yang dilakukan jangan sampai menimbulkan keresahan di masyarakat.
“Dengan peringatan Hari Buruh yang damai dan tertib, semua pihak akan merasa nyaman. Silakan sampaikan aspirasi, asalkan dengan catatan dapat menjaga kamtibmas agar aman dan kondusif,” ujar Irwansyah.
Ia juga mengingatkan, suasana yang kondusif akan menguntungkan semua pihak. Selain memudahkan buruh dalam menyampaikan aspirasi, pemerintah pun dapat menerima masukan secara lebih terbuka dan konstruktif.
Menurut Irwansyah, peran buruh di Banda Aceh sangat vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Di tengah kondisi perekonomian yang masih dalam tahap pemulihan, kontribusi buruh di berbagai sektor seperti perdagangan, jasa, industri kreatif, hingga konstruksi, dinilai sangat signifikan.
“Buruh adalah tulang punggung pembangunan. Kita semua harus menghargai kerja keras mereka. Namun, penyampaian aspirasi juga harus dilakukan dengan cara yang damai, tanpa anarki,” tegasnya.
Data Dinas Tenaga Kerja Banda Aceh pada 2024 menunjukkan, sektor perdagangan dan jasa menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di Banda Aceh, dengan lebih dari 30 ribu pekerja tercatat. Angka ini menjadi indikator pentingnya menjaga hubungan industrial yang harmonis.
Irwansyah juga berharap Mayday dapat menjadi momentum introspeksi bagi semua pihak, termasuk pemerintah dan pengusaha, untuk bersama-sama memperhatikan kesejahteraan buruh. “Momentum Mayday seharusnya jadi ruang evaluasi, apakah hak-hak buruh sudah terpenuhi, seperti upah layak, jaminan kesehatan, dan kondisi kerja yang aman,” ungkapnya.
Ia menambahkan, DPRK Banda Aceh terus mendorong pemerintah kota dan pelaku usaha untuk patuh terhadap peraturan ketenagakerjaan demi kesejahteraan pekerja di Banda Aceh.
“Intinya, mari kita rayakan Mayday dengan semangat persatuan, memperkuat solidaritas buruh, dan menjaga Banda Aceh tetap aman dan damai,” pungkas Irwansyah.[***]





