Ribuan Warga Meriahkan Takbir Keliling Idul Adha 1446 H di Banda Aceh, Simpang Lima Penuh Sesak

Redaksi
Ribuan Warga Meriahkan Takbir Keliling Idul Adha 1446 H di Banda Aceh, Simpang Lima Penuh Sesak
Ribuan Warga Meriahkan Takbir Keliling Idul Adha 1446 H di Banda Aceh, Simpang Lima Penuh Sesak
A-AA+A++

Haba Nusantara. net— Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan Simpang Lima Banda Aceh, jumat malam (5 Juni 2025), untuk menyaksikan kemeriahan takbir keliling dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah.

Warga datang berbondong-bondong bersama keluarga sejak selepas Magrib, memenuhi setiap sudut jalan sepanjang rute pawai yang membentang sejauh 4 kilometer.

Takbir keliling yang dimulai dari halaman Masjid Raya Baiturrahman ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Banda Aceh.

Iringan kendaraan hias yang didominasi miniatur masjid dan replika Ka’bah dari berbagai gampong di kota Banda Aceh menjadi sorotan utama malam itu.

Gemerlap lampu-lampu hias, lantunan takbir yang menggema dari pengeras suara, serta suara riuh sorakan warga menyatu dalam suasana penuh suka cita menyambut hari besar umat Islam.

Rute takbir keliling tahun ini menempuh perjalanan dari Masjid Raya menuju Peuniti, kemudian ke Jalan Teuku Hasan Dek, Beurawe, Jalan Daud Beureueh, hingga melintasi Simpang Lima dan kembali ke Masjid Raya.

Di sepanjang rute, masyarakat tampak memadati sisi jalan, sebagian duduk di trotoar sambil merekam momen langka ini dengan ponsel mereka.

Anak-anak terlihat antusias saat melihat mobil-mobil hias melintas, terutama saat iringan peserta jalan kaki yang membawa obor dan melantunkan takbir dengan penuh semangat.

“Kami datang dari Sabang, tadi sore sampe Banda Aceh. Anak-anak semangat sekali lihat mobil hias dan kembang api,” ujar Fitriani (37), seorang ibu rumah tangga yang datang bersama suami dan dua anaknya.

Ia mengaku takbir keliling seperti ini selalu ditunggu-tunggu setiap tahun karena mampu menghadirkan nuansa religius dan hiburan yang menyatu.

Salah satu titik puncak keramaian terjadi di Simpang Lima. Di lokasi ini, peserta takbir keliling disambut dengan letusan kembang api dan suara mercon yang menghiasi langit malam.

Suasana semakin meriah ketika warga bersorak sorai menyambut iring-iringan peserta yang lewat dengan berbagai atribut kreatif dan penuh makna Islami.

Bukan hanya kemeriahan yang tampak, namun juga semangat kebersamaan antarwarga yang begitu kuat. Tak sedikit pengunjung yang membawa bekal makanan ringan, bersantai bersama di pinggir jalan, atau bahkan berbagi dengan warga lain yang tak mereka kenal.

Takbir keliling di Banda Aceh memang selalu menjadi tradisi yang dinanti, bukan hanya karena nilai religiusnya, tapi juga karena mampu mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat kota.

Perpaduan antara seni, budaya, dan syiar Islam membuat malam takbiran menjadi momen istimewa yang menghangatkan hati banyak orang.[is]