Bella Salsabila Tampil di Film Istimewa Bersama Aktor Senior Indonesia

Redaksi
Bella, Mahasiswi Disabilitas UIN Ar-Raniry
Bella, Mahasiswi Disabilitas UIN Ar-Raniry
A-AA+A++

Habanusantara.net — Bella Salsabila, mahasiswi penyandang disabilitas UIN Ar-Raniry Banda Aceh, terpilih menjadi salah satu pemeran film layar lebar Istimewa yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 17 September 2026.

Bella merupakan mahasiswi semester enam Program Studi Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry. Ia mendapat kesempatan beradu akting dengan sejumlah aktor senior Indonesia, di antaranya Mathias Muchus dan Agus Kuncoro.

Film Istimewa mengangkat tema kemanusiaan, kesetaraan dan inklusi. Kehadiran Bella dalam film tersebut sekaligus membuka ruang representasi bagi penyandang disabilitas di industri perfilman nasional.

Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UIN Ar-Raniry, Harri Santoso, M.Ed., mengatakan capaian Bella menunjukkan pentingnya akses pendidikan yang inklusif dalam membuka kesempatan bagi mahasiswa disabilitas mengembangkan potensi.

“Ini adalah pembuktian bahwa ketika aksesibilitas dan kesempatan diberikan secara adil, mahasiswa disabilitas mampu menembus batas-batas yang selama ini dianggap mustahil,” ujar Harri.

Menurutnya, ULD UIN Ar-Raniry berkomitmen memastikan mahasiswi disabilitas memperoleh hak dan ruang yang sama untuk berkembang serta mengukir prestasi.

Ketua Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Ar-Raniry, Dr. Nashriyah, menilai keberhasilan Bella dapat menjadi momentum untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa disabilitas bukanlah hambatan, melainkan bagian dari keragaman potensi yang perlu diberi ruang untuk tumbuh. Kesempatan yang setara akan melahirkan lebih banyak talenta yang mampu berkiprah di tingkat nasional,” katanya.

Keberhasilan Bella juga menjadi bagian dari upaya UIN Ar-Raniry membangun lingkungan pendidikan yang inklusif. Kampus melalui ULD dan sejumlah kebijakan pendukung terus mendorong terciptanya ruang belajar yang ramah dan setara bagi mahasiswa.

Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.[*]