Habanusantara.net – Harga emas perhiasan di Banda Aceh turun diangka Rp7.650.000 per mayam, belum termasuk ongkos pembuatan pada perdagangan Senin (6/7/2026). Harga ini telah bertahan selama empat hari sejak 3 Juli lalu.
Jika ditambah ongkos pembuatan sekitar Rp200 ribu per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitan perhiasan, harga emas yang dibayar konsumen mencapai sekitar Rp7.850.000 per mayam.
Pedagang emas di Banda Aceh, Daffa, mengatakan kondisi harga yang relatif stabil setelah sempat turun memicu tingginya transaksi di sejumlah toko emas. Menurutnya, sebagian besar masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk berinvestasi.
“Kalau harga turun seperti sekarang, pembeli langsung ramai. Daya beli meningkat hingga sekitar 90 persen,” kata Daffa.
Ia menjelaskan, meski harga emas mengalami fluktuasi dalam enam bulan terakhir, minat masyarakat untuk membeli tidak mengalami penurunan. Hal itu karena emas masih dianggap sebagai safe haven atau instrumen investasi yang aman untuk menjaga nilai aset.
“Orang sekarang sudah paham kalau emas merupakan investasi yang aman. Jadi meskipun harganya sering berubah, pembeli tetap banyak,” ujarnya.[Is]





