1.409 Anak Muda Tercatat Aktif Merokok, Dinkes Perkuat Layanan Berhenti Merokok

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banda Aceh memperkuat upaya pengendalian perilaku merokok setelah menemukan sebanyak 1.409 anak muda usia 10–21 tahun tercatat sudah aktif merokok berdasarkan hasil skrining di sejumlah lembaga pendidikan.

Temuan tersebut menjadi salah satu alasan Dinkes Banda Aceh menggelar Pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi tenaga kesehatan dalam layanan Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer (FKTP), sebagai langkah memperluas intervensi terhadap masalah rokok, terutama di kalangan usia muda, Selasa (7/7/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, mengatakan persoalan merokok saat ini menjadi tantangan serius karena tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas generasi mendatang.

Ia menyebutkan berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,4 persen merupakan anak berusia 10–18 tahun.

“Fenomena ini juga terjadi di Banda Aceh. Hasil skrining perilaku merokok yang dilakukan oleh Puskesmas Kota Banda Aceh menemukan sebanyak 1.409 anak muda usia 10–21 tahun sudah lazim dan aktif merokok,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, kebiasaan merokok sejak usia muda berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Data dari 11 Puskesmas di Banda Aceh sepanjang 2021 hingga 2025 mencatat sebanyak 468 kasus stroke dan penyakit jantung pada kelompok usia muda dan produktif, yakni usia 15–19 tahun serta 20–44 tahun, yang berkaitan dengan faktor risiko rokok dan pola hidup tidak sehat.

“Kerugian yang ditimbulkan tidak hanya berupa biaya pengobatan yang tinggi, tetapi juga hilangnya masa produktif generasi muda,” katanya.

Wahyudi menjelaskan, upaya berhenti merokok bukan perkara mudah karena kandungan nikotin dalam rokok dapat menyebabkan ketergantungan. Banyak perokok mengalami kesulitan berhenti akibat munculnya gejala putus nikotin yang memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis.