Habanusantara.net – Akhir pekan menjadi waktu yang paling ramai di kawasan pesisir Laweung, Kabupaten Pidie.
Banyak warga dari Banda Aceh hingga luar daerah sengaja datang untuk menikmati semangkuk Mie Eungkot Suree yang kini semakin populer di Aceh. Salah satu warung yang ramai didatangi pengunjung adalah Mie Suree 212.
Warung milik Iskandar itu berada di Gampong Ujong Pie, desa nelayan yang dikenal sebagai sentra ikan tongkol atau ikan suree.
Dari kawasan inilah kuliner Mie Suree disebut mulai dikenal luas hingga kini menjadi salah satu menu favorit pecinta kuliner Aceh.
Aroma rempah langsung tercium begitu memasuki warung sederhana tersebut.
Di dapur, Pekerja terlihat sibuk menyiapkan pesanan yang terus berdatangan sejak pagi.
Iskandar mengatakan, akhir pekan menjadi waktu paling padat bagi usahanya.
“Kalau hari Minggu memang ramai warga datang ke sini. Kita bisa habiskan puluhan ekor ikan tongkol dalam sehari,” kata Iskandar kepada habanusantara.net, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia memastikan seluruh ikan yang digunakan merupakan ikan segar hasil tangkapan nelayan setempat.
Menurutnya, kualitas ikan menjadi kunci utama menjaga cita rasa mie suree tetap khas dan tidak amis.
Saat berada di warung itu, proses memasak mie suree terlihat berlangsung cukup sederhana.
Ikan tongkol terlebih dahulu dibersihkan, dipisahkan dari tulangnya, lalu dipotong kecil-kecil sebelum dimasak bersama bumbu.
Bawang merah, tomat, cabai rawit, kol, daun bawang hingga daun sup dirajang halus, kemudian ditumis sampai harum.
Setelah itu, potongan ikan tongkol tumis dengan minyak lalu dimasukkan bumbu mie lalu dimasak bumbunya hingga matang dan harum
Selanjutnya mie dimasukkan ke dalam wajan besar, diaduk hingga bumbu meresap sempurna ke dalam ikan dan mie.
Aroma rempah yang kuat berpadu dengan kuah kental membuat sajian ini semakin menggugah selera.
“Paling lama hanya lima menit sudah siap disajikan,” ujar Iskandar.
Seporsi Mie Suree 212 disajikan lengkap dengan mentimun, kerupuk dan seiris jeruk nipis.
Kuahnya yang sedikit encer dengan warna kemerahan membuat tampilannya semakin menggoda.
Saat dicicipi, rasa gurih ikan tongkol berpadu dengan rempah khas mie Aceh terasa kuat di lidah.
Yang menarik, mie suree di warung ini sama sekali tidak meninggalkan aroma amis ikan tongkol.
Iskandar mengaku, ikan dimasak lebih dulu hingga bau amisnya hilang sebelum dicampurkan ke dalam mie.
Sajian mie tumis dengan bumbu khas ini menebar aroma yang kuat, siap menggugah selera penikmatnya.
Biasa pengunjung dapat memilih pilihan mie instan atau mie tepung.
Selain rasanya yang khas, harga menu di warung ini juga masih tergolong terjangkau. Satu porsi mie suree dijual Rp20 ribu.
Seorang pengunjung, Umi Iffat, mengaku kerap memilih makan di warung tersebut setiap kali datang ke Laweung.
“Saya datang bersama keluarga besar, Kalau ingin makan mie suree Laweung, saya memang sering ke Mie Suree 212 karena rasanya cocok,” katanya.
Mie sure di sini enak banget, rasanya lezat. “Pokoknya best deh, saya juga minta dibungkus untuk dibawa pulang ke Banda Aceh sehabis makan di sini,” tambahnya.
Senada juga disampaikan pengunjung lain, Budiman, warga Aceh Utara. Ia mengaku rela menempuh perjalanan cukup jauh demi menikmati cita rasa khas mie suree 212 ini.
“Yang paling saya suka kuahnya gurih dan ikannya terasa segar. Makan di sini beda dengan yang lain, rempahnya kuat tapi tetap ringan di lidah, pokoknya Mak Nyuss lah” ujarnya.
Kini, Mie Suree memang sudah mudah ditemukan di berbagai daerah di Aceh.
Namun bagi banyak penikmat kuliner, Laweung tetap dianggap sebagai tempat terbaik menikmati rasa otentiknya.
Selain kulinernya, perjalanan menuju Ujong Pie juga menawarkan panorama alam yang menarik.
Pengunjung dari Banda Aceh bisa memilih jalur Seulawah atau melewati Krueng Raya dan Pantai Pasir Putih yang menyuguhkan pemandangan perbukitan, savana, sawah hingga laut lepas di sepanjang perjalanan.
Nah kalau dari arah Sigli atau Seulawwh, bisa melalui simpang Beutong, masuk arah ke Laweung.[is]





