Habanusantara.net– Kejaksaan Tinggi Aceh kembali menggelar program Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sebagai upaya meningkatkan pemahaman hukum di kalangan pelajar. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMK Negeri 2 Sigli, Selasa (12/5/2026), dan diikuti perwakilan siswa SMA serta SMK sewilayah Sigli.
Program yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh itu menghadirkan penyuluhan hukum terkait berbagai persoalan yang kerap mengancam kalangan remaja, mulai dari bullying, judi online hingga penyalahgunaan narkoba.
Kepala SMK Negeri 2 Sigli, Isfandiar menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program Jaksa Masuk Sekolah memberi manfaat besar bagi siswa untuk memahami hukum dan dampak dari berbagai pelanggaran yang terjadi di lingkungan remaja.
“Kegiatan ini sangat positif dan bermanfaat bagi siswa agar lebih mengenal hukum serta memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang melanggar aturan,” kata Isfandiar.
Apresiasi serupa juga disampaikan Kepala Seksi Tata Usaha Cabang Dinas Pendidikan Aceh Kabupaten Pidie, Khairul Zaini. Ia menilai edukasi hukum penting diberikan sejak dini di tengah tingginya pengaruh negatif perkembangan teknologi dan meningkatnya kenakalan remaja.
Menurutnya, pelajar perlu memahami batasan hukum agar mampu membedakan tindakan yang benar dan yang melanggar aturan.
“Kami berharap melalui kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini, para siswa dapat lebih memahami hukum, menjauhi perilaku negatif, serta menjadi generasi muda yang disiplin dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Sementara itu, materi penyuluhan disampaikan langsung Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis.
Dalam pemaparannya, Ali Rasab Lubis menjelaskan pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari serta mengingatkan pelajar terhadap berbagai ancaman yang kini banyak menyasar generasi muda.
Ia memaparkan bahaya judi online yang mulai marak di kalangan pelajar, risiko penyalahgunaan narkotika, hingga dampak hukum dan psikologis dari tindakan bullying di lingkungan sekolah.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para siswa. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait persoalan hukum yang sering terjadi di lingkungan remaja dan media sosial.
Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Kejaksaan Tinggi Aceh berharap edukasi hukum bagi generasi muda dapat terus diperkuat sebagai langkah pencegahan terhadap kenakalan remaja sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan sadar hukum.[]





