Bidan Desa Dukung Penuh Upaya Pemerintah Capai Target Imunisasi Dasar Lengkap lewat Posyandu

Redaksi
Bidan Desa Posyandu Sejahtera Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Indah Sari
Bidan Desa Posyandu Sejahtera Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Indah Sari
A-AA+A++

Habanusantara.net | Upaya Pemerintah dalam meningkatkan capaian vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) terus mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para tenaga kesehatan di tingkat desa atau Gampong di Kota Banda Aceh.

Salah satunya datang dari Bidan Desa Posyandu Sejahtera Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh, Indah Sari, yang aktif melakukan pelayanan langsung kepada masyarakat demi memastikan anak-anak memperoleh hak kesehatan sejak dini.

Dalam menjalankan tugasnya, Indah Sari mengakui masih terdapat berbagai tantangan di lapangan, terutama rendahnya partisipasi orang tua dalam membawa anak ke posyandu.

Banyak anak yang diasuh oleh kakek-nenek atau dititipkan kepada pengasuh karena orang tua bekerja, sehingga jadwal imunisasi kerap terlewat.

Selain itu, derasnya informasi di media sosial juga turut memengaruhi pemahaman masyarakat terkait imunisasi, khususnya mengenai isu halal dan haram vaksin.

“Memang ada pengaruh dari informasi di media sosial, terutama terkait isu halal dan haram. Namun kami terus memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa imunisasi aman dan diperbolehkan,” ujar Indah Sari,Jumat (22/5/2026) di Banda Aceh

Untuk meningkatkan cakupan imunisasi, pihak posyandu bersama kader kesehatan melakukan berbagai langkah jemput bola, mulai dari mendatangi rumah warga, memantau ibu hamil hingga bayi baru lahir, sampai memberikan penyuluhan secara langsung kepada keluarga.

“Kalau ada ibu yang baru melahirkan, kami langsung melakukan pendataan dan mendatangi rumahnya agar bayi tetap mendapatkan imunisasi sesuai jadwal,” katanya.

Selain pelayanan langsung, Posyandu Sejahtera juga memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi kesehatan kepada masyarakat.

Dukungan terhadap penguatan layanan kesehatan dasar ini juga mendapat perhatian dari Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).

Dalam kunjungannya, Wamenkes meninjau implementasi enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu di Posyandu Sejahtera Gampong Panteriek serta integrasi layanan antara Posyandu dan Puskesmas Lueng Bata.

Menurut Dante, integrasi layanan kesehatan primer menjadi langkah penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mengejar target vaksinasi dan IDL di Aceh.

“Kami ingin memastikan integrasi Posyandu dan Puskesmas berjalan baik sehingga target vaksinasi dan IDL dapat tercapai,” ujar Dante.
Ia menjelaskan, rendahnya cakupan imunisasi di Aceh dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya isu halal-haram vaksin, kekhawatiran orang tua terhadap demam pasca imunisasi, hingga minimnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi.

Padahal, lanjutnya, demam setelah imunisasi merupakan reaksi normal tubuh dalam membentuk antibodi dan tidak berbahaya bagi anak.

Wamenkes juga menegaskan bahwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) telah mengeluarkan fatwa bahwa imunisasi bersifat mubah atau diperbolehkan.

Selain itu, pemerintah terus melakukan berbagai inovasi pelayanan, termasuk membuka layanan imunisasi pada hari libur agar keluarga lebih mudah mengakses pelayanan kesehatan.
Dante turut mengajak seluruh pihak, termasuk media massa, tokoh masyarakat, dan tenaga kesehatan untuk bersama-sama menyosialisasikan pentingnya imunisasi demi melindungi anak-anak dari berbagai penyakit menular.

Melalui kerjasama lintas sektor dan kerja keras para tenaga kesehatan di lapangan, Pemerintah berharap cakupan vaksinasi dan Imunisasi Dasar Lengkap di Aceh dapat terus meningkat demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas [***]