Sigli. Habanusantara.net
Tim dari Kementerian Pertanian (Kementan) dan instansi terkait secara rutin meninjau lahan persawahan di Pidie yang terdampak banjir dan berlumpur setinggi satu meter dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional, Rabu, 09/12/2025
Harapan bagi petani di Pidie meminta kepada Bapak Mentri untuk membantu persawahan kami yang sudah berlumpur setinggi satu meter untuk dibersihkan kembali agar bagi petani bisa menanam padi seperti setiakala.
Peninjauan terbaru berfokus pada upaya optimalisasi lahan dan penanganan dampak bencana alam.
Tim Kementan, bersama Kepala Dinas Pertanian Pidie (Distanpan) setempat, telah meninjau lokasi optimalisasi lahan di beberapa kecamatan di Pidie. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah tadah hujan yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali setahun.
Bantuan dan Program:
Sebagai bagian dari program ini, Kementan memberikan bantuan berupa pompa air dan alat mesin pertanian (alsintan) untuk memastikan pengairan berjalan lancar, terutama di daerah yang mengandalkan air hujan.
Penanganan Pascabencana pada awal Desember 2025
Setelah banjir bandang melanda Aceh kususnya Pidie Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Pidie H. Hasballah juga turun langsung meninjau lahan pertanian yang terdampak banjir dan berlumpur setinggi satu meter di Pidie
Kunjungan ini untuk mendata kerusakan dan memastikan bantuan segera disalurkan kepada petani yang sawahnya tertimbun lumpur.
Kerjasama Lintas Sektor: Upaya ini melibatkan sinergi antara Kementan, pemerintah daerah, TNI (Babinsa), Polri, dan kelompok tani setempat untuk memastikan target tanam tercapai dan ketahanan pangan nasional terjaga.
Secara umum, tinjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjadikan lahan pertanian di Pidie dan daerah lain di Aceh lebih produktif dan tahan terhadap tantangan alam. (Raju)


















