Habanusantara.net – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lhokseumawe diduga pilih kasih dalam menjalin kemitraan dengan media. Sejumlah wartawan kecewa karena mengaku tak pernah dilibatkan, sementara yang mendapat kesempatan hanya segelintir orang yang itu-itu saja.
Kekecewaan ini bukan baru sekali terdengar. Sudah beberapa tahun, pola yang sama terus berulang. Wartawan yang aktif meliput kegiatan BI di Lhokseumawe justru merasa dianaktirikan. Mereka hanya menyaksikan kolega lain diundang keluar daerah, ikut program kemitraan, sementara nama mereka seakan tidak pernah ada dalam daftar.
“Setiap tahun yang dipanggil orangnya itu lagi. Kita yang lain ini seperti tidak dianggap. Kalau memang ada aturan, ya umumkan terbuka. Jangan hanya diam dan memilih sesuka hati,” ujar salah seorang wartawan, Jumat (12/9/2025).
Ia menilai, sikap BI Lhokseumawe yang tidak transparan bisa menimbulkan kecemburuan. “Ini bukan soal jalan-jalan keluar kota. Tapi tentang kemitraan. Kalau kemitraan, artinya semua media punya hak yang sama. Bukan hanya satu kelompok saja,” tambahnya dengan nada kesal.
Seorang jurnalis lain juga menyebut BI terkesan kurang profesional dalam mengelola hubungan dengan pers. Padahal, sebagai bank sentral, lembaga tersebut punya kapasitas besar dan seharusnya bisa membangun komunikasi yang lebih sehat. “Masalah ini mungkin sepele bagi mereka, tapi bagi kami jelas penting. Kami ingin diperlakukan adil,” kritiknya.
Harapan dari para wartawan sederhana: BI Lhokseumawe membuka data secara transparan, lalu mengatur sistem bergiliran agar semua media lokal kebagian kesempatan. Bagi mereka, kemitraan bukan sekadar formalitas, melainkan jembatan agar informasi kebijakan BI sampai ke publik dengan cara yang benar.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Humas BI Lhokseumawe, Mahathir Febrian, memberi jawaban singkat. “Maaf, belum bisa kami akomodir semuanya,” tulisnya.
Namun jawaban singkat itu justru dinilai belum menjawab inti masalah. Wartawan ingin tahu alasan jelas kenapa hanya segelintir media yang dilibatkan, sementara lainnya tidak pernah mendapat ruang.
Hingga berita ini ditayangkan, BI Lhokseumawe belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait dugaan pilih kasih dalam pola kemitraan dengan wartawan. [Munawir]





