Habanusantara.Net – Seorang pengusaha rental mobil, Abdurrahman Puteh (50) warga asal Kabupaten Pidie sempat diamuk masa di kawasan Kemili, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.
Ia dituduh mencuri mobil bersama kelima temannya yakni, MY (59), JA (52), MN (56), SB (56), dan T (33) yang merupakan warga Pidie.
Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Satreskrim Polres Aceh Tengah, ketiga terduga pelaku penganiayaan pun sudah diamankan di Rutan Polres Aceh Tengah.
Kasatreskrim Polres Aceh Tengah, Iptu Deno Wahyudi mengatakan, peristiwa penganiyaan terhadap pengusaha mobil rental itu bermula berangkat dari Pidie menuju Kecamatan Celala, Aceh Tengah.
Keenamnya bermaksud mencari keberadaan mobil rental Toyota Kijang Innova dan Toyota Rush yang sudah lewat masa sewa dan belum dikembalikan. Berdasarkan pelacakan GPS kendaraan itu terdeteksi di wilayah Celala.
Setelah menemukan salah satu mobil Toyota Inova yang dikuasai oleh RK (28), warga Bener Meriah, korban diarahkan oleh RK untuk menyelesaikan masalah tersebut di rumah orang tuanya di Bener Meriah.
Namun, dalam perjalanan, kendaraan korban dicegat oleh RK bersama dua pelaku lainnya, ZF (32) dan AS (42) warga Bener Meriah. Pada saat pencegatan itu, ada yang meneriakkan “maling”, sehingga warga sekitar maupun yang sedang melintas berdatangan dan mendekati kendaraan korban.
Salah satu warga yang belum diketahui identitasnya melempar batu hingga memecahkan kaca mobil dan mengenai tubuh korban. Tidak lama kemudian, korban ditarik keluar dari kendaraan dan dipukuli oleh RK, ZF, AS, hingga mengalami luka-luka di bagian wajah dan kepala.
Beruntung, salah seorang warga melerai dan menyelamatkan korban dari kerumunan. Petugas Polres Aceh Tengah yang mendapatkan informasi kejadian tersebut segera ke lokasi, mengamankan korban, dan membawanya ke Mapolres Aceh Tengah.
“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing emosi ataupun main hakim sendiri. Segala permasalahan hendaknya diselesaikan melalui proses hukum yang berlaku,”kata Deno, Kamis (19/6/2025).
Menurutnya peristiwa itu terjadi pada, Selasa 17 Juni 2025 peristiwa itu sempat membuat heboh warga Takengon lantaran pemilik usaha rental mobil itu diteriakin maling di tengah keramaian.[]





