Habanusantara.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar menyebut hujan dan angin kencang akan terus landa wilayah Aceh hingga 11 Juni 2025 nanti.
Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor-faktor lokal meski Aceh secara umum telah memasuki musim kemarau.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Aceh Besar, Rafli, menjelaskan bahwa angin kencang yang terjadi saat musim kemarau sebenarnya menjadi bagian dari karakteristik cuaca di wilayah ini.
“Kemudian adanya wilayah konvergen dan aktifnya gelombang Rossby Ekuatorial yang mendorong terbentuknya awan hujan,” kata Rafli, Senin (9/5/2025).
Ia menyebutkan, kecepatan angin rata-rata yang terpantau mencapai 13 hingga 15 knot, dengan potensi kecepatan maksimum hingga 25–30 knot.
Oleh karena itu, masyarakat diminta waspada karena bisa memicu gangguan seperti pohon tumbang.
“Saat ini wilayah yang berisiko terdampak paling tinggi di pesisir barat Aceh, Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang,” sebutnya.[]





