Habausantara.net | Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang penyebab kematian paling tinggi di Indonesia sehingga seluruh masyarakat dihimbau untuk mencegahnya sejak dini. Meskipun penyakit ini tergolong dalam penyakit tidak menular namun memberi dampak yang luar biasa dalam kesehatan tubuh manusia.
Salah satu himbauan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh yaitu dengan olahraga dan penerapan hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh dr Iman Murahman, mengatakan bahwa untuk mengatasi masalah penyakit jantung perlu adanya pemahaman terlebih dahulu kepada masyarakat melalui edukasi terhadap pencegahannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, edukasi tersebut dapat dilakukan melalui pemahaman tentang pentingnya olah raga, sanitasi dan kebersihan lingkungan, imunisasi, gizi seimbang, dan rajin melakukan pengecekan kesehatan di fasilitas layanan kesehatan sesuai standar.
Sesuai juga dengan regulasi Permenkes nomor 71 tahun 2015 tentang Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam mengatasi masalah penyakit jantung.

“Promosi kesehatan harus dilakukan dengan mengubah perilaku masyarakat, pemahaman dari yang tidak suka olahraga, untuk lebih suka olahraga, jangan melakukan olahraga saat tua,” ujarnya.
Aktivitas fisik dari setiap gerakan tubuh yang diakibatkan kerja otot-otot atau pembakaran kalori yang dilakukan secara teratur, terukur dan terus menerus yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan penyumbatan pembuluh koroner pada jantung baik itu akibat deposit kolesterol ataupun inflamsi (peradangan) tidak akan terjadi dimasa tua.
Selain itu, kegiatan senam jantung setiap pagi bisa menjadi budaya hidup atau gaya hidup yang membuat anak muda diharapkan jadi satu cara terbaik untuk merawat tubuh.
Dinkes Aceh juga menghimbau bahwa pentingnya aktifitas fisik selama 30 menit yang memberikan banyak manfaat terhadap kesehatan. Diantaranya membuat tubuh bugar, mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, hingga kesehatan pencernaan.
Menurut data, terdapat bukti ilmiah yang sangat kuat bahwa melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang minimal 30 menit setiap hari atau 150 menit per minggu secara teratur dapat menurunkan risiko berbagai macam penyakit tidak menular dan risiko kematian dini akibat penyakit kronis.
Aktivitas lainnya juga bisa dilakukan sebagai langkah awal, berjalan kaki merupakan aktivitas fisik yang mudah, atau melaksanakan pekerjaan rumah juga merupakan aktifitas fisik yang dapat menggerakkan otot tubuh. Bila kebugaran cukup baik, setidaknya bisa melakukan jalan cepat.
Olahraga rutin minimal dua kali seminggu dapat memperkuat otot jantung, melancarkan aliran darah, serta meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Ia juga mengingatkan agar pola makan juga harus diperhatikan, terutama dalam pilihan makanan cepat saji yang juga semakin populer.
“Pola makan harus diatur sejak dini, jangan semuanya dimakan, namun juga dilihat keseimbangannya, terutama kita orang Aceh, pasti makanan yang paling banyak kita makan adalah nasi. Nah, nasi ini mengandung banyak karbohidrat, jadi sesuaikan juga. Jangan sampai tidak seimbang sehingga ini menggangu pola hidup sehat tadi,” bebernya.
Banyak manfaat terhadap kesehatan ketika kita telah menerapkan hidup sehat yang telah disampaikannya, terutama dengan olahraga dan pola makan teratur, selain membuat tubuh bugar juga mengurangi resiko penyakit jantung itu sendiri.
Selain itu, ia juga berharap adanya pemeriksaan kesehatan berkala diterapkan oleh masyarakat untuk mengecek kondisi tubuh agar mengetahui jenis penyakit yang nantinya bisa dicegah sebelum terjadi.
“Jadi lakukan pemeriksaan berkala, potensi penyakit yang datang ke tubuh akan kita ketahui dengan begitu dapat kita cegah, kita masyarakat awam biasanya datang ke dokter hanya saat sakit saja, nah sebaiknya jangan begitu, tapi lakukan pengecekan berkala,” himbaunya.
Pemeriksaan Kesehatan secara berkala tersebut bisa dengan pemeriksaan Kolesterol, karena lemak yang berlebihan dan menumpuk dalam dinding pembuluh darah dan menimbulkan penyumbatan tersebut yang menyebabkan jantung koroner.
Untuk penyebab kolesterol biasanya lantaran mengonsumsi makanan yang tinggi kadar lemak. Kadar kolesterol bisa dikatakan normal apabila berada pada tingkat dibawah 200 mg/dL. Pastikan juga tekanan darah berada pada tingkat normal, yaitu pada 120/80 agar jauh dari serangan penyakit Hipertensi dan juga Hipotensi.[Adv]

![Kabid P2M Dinas Kesehatan Aceh dr Iman Murahman[Foto/Is]](https://habanusantara.net/wp-content/uploads/2023/12/IMG-20231224-WA0036-jpg.webp)



