habanusantara.net – Di tengah keluhan masyarakat terkait kenaikan dan keterbatasan pasokan semen di sejumlah daerah Aceh, harga bahan bangunan tersebut di beberapa toko kawasan Banda Aceh dan Aceh Besar masih bertahan pada level normal.
Pantauan di sejumlah toko bangunan, harga semen masih berada di kisaran Rp67 ribu hingga Rp68 ribu per sak. Pedagang menyebut harga tersebut belum mengalami perubahan meski di beberapa wilayah lain mulai terjadi kenaikan akibat pasokan yang terbatas.
Salah seorang pedagang bahan bangunan di Aceh Besar, Amin, mengatakan harga semen di tokonya masih dijual pada kisaran Rp67 ribu hingga Rp68 ribu per sak. Namun, ketersediaan stok saat ini tidak sebanyak kondisi sebelumnya.
“Harga masih bertahan Rp67 ribu sampai Rp68 ribu. Stok masih ada, tapi memang tidak terlalu banyak,” ujar Amin, Senin (3/8/2026).
Menurut Amin, kondisi pasokan menjadi perhatian pedagang karena distribusi semen dari pemasok tidak selancar biasanya. Meski demikian, hingga saat ini pihaknya masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.
“Kalau untuk pembeli masih ada, kebutuhan pembangunan tetap berjalan. Kami masih jual seperti biasa karena harga belum berubah,” katanya.
Sementara itu, pedagang semen di kawasan Jeulingke, Banda Aceh, juga menyebut harga jual masih berada di angka yang sama. Iskandar, penjual di Toko Bangunan Bintang Asia, mengatakan harga semen di tokonya masih mengikuti harga pasar setempat dan belum mengalami penyesuaian.
“Sekarang masih harga Rp68 sampai Rp67 ribu, masih harga standar,” kata Iskandar.
Ia menjelaskan, pedagang masih mempertahankan harga karena mengikuti kondisi pasar di kawasan masing-masing. Perubahan harga baru akan dilakukan apabila terjadi perubahan dari tingkat distributor.
Di sisi lain, sejumlah daerah di Aceh mulai mengalami kendala pasokan semen. Keluhan keterbatasan stok muncul dari beberapa wilayah seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie, hingga Aceh Besar. Harga semen mencapai Rp110 per sak.[Fira]





