Habanusantara.net– Anggota DPRK Aceh Utara, Fakhrurrazi, mendesak manajemen Bank Aceh Syariah (BAS) segera memindahkan operasional cabangnya ke Lhoksukon, ibu kota Kabupaten Aceh Utara. Menurutnya, relokasi tersebut sudah sepatutnya dilakukan mengingat Aceh Utara merupakan pemegang saham terbesar kedua di Bank Aceh setelah Pemerintah Aceh.
Berdasarkan data hingga 2024, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara telah menyertakan modal sebesar Rp111,04 miliar di Bank Aceh Syariah. Dari penyertaan modal tersebut, daerah juga telah menerima akumulasi dividen sebesar Rp284,17 miliar yang masuk ke kas daerah.
Meski memiliki porsi saham yang besar, operasional utama Bank Aceh Syariah untuk wilayah Aceh Utara hingga kini masih berpusat di Kota Lhokseumawe.
Fakhrurrazi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebenarnya sudah menyiapkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan agar Bank Aceh dapat segera berkantor di Lhoksukon.
“Aceh Utara ini adalah pemegang saham kedua terbesar setelah Provinsi Aceh. Terkait fasilitas, aset lahan dan bangunan sudah kami serahkan seutuhnya kepada pihak Bank Aceh, yang posisinya berada di kawasan terminal lama Lhoksukon. Jadi, sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda,” kata Fakhrurrazi kepada BITHE.co, Sabtu (4/7/2026).
Ia berharap Bank Aceh tidak lagi menunggu selesainya pembangunan gedung baru untuk memulai operasional di Lhoksukon. Menurutnya, bangunan yang telah diserahkan pemerintah daerah sudah dapat dimanfaatkan sebagai kantor sementara agar pelayanan kepada masyarakat bisa segera berjalan.
“Kami sangat berharap agar pemindahan operasional ini dapat segera dilakukan tahun ini,” ujarnya.
Selain soal relokasi kantor, Fakhrurrazi juga menyoroti pelayanan Bank Aceh terhadap pelaku usaha kecil dan menengah. Ia meminta penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pembiayaan modal usaha lainnya dipermudah, terutama bagi masyarakat yang sedang berupaya memulihkan ekonomi pascabencana.
Menurutnya, akses permodalan tidak boleh dipersulit apalagi sampai dimonopoli oleh pihak-pihak tertentu.
“KUR atau kredit modal usaha harus dipermudah bagi masyarakat yang ingin merintis usaha, tidak boleh dimonopoli, dan jangan dipersulit. Kemudahan ini sangat dibutuhkan supaya roda ekonomi masyarakat kecil dapat berjalan maksimal, terutama dalam fase pemulihan pascabencana,” pungkasnya.
Sebagai informasi, jaringan layanan Bank Aceh Syariah Cabang Lhokseumawe saat ini didukung oleh 10 Kantor Cabang Pembantu, dua kantor payment point, 31 mesin ATM, lima ATM-CRM (tarik setor tunai), serta satu layanan ATM drive thru.[]





