Habanusantara.net, Ratusan masyarakat Aceh yang tergabung dalam Paguyuban Taman Iskandar Muda (TIM) menggelar aksi damai di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 25 Juni 2026. Aksi ini menuntut pembatalan persetujuan dokumen Rencana Pengembangan (Plan of Development/PoD) I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman yang telah disahkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, karena dinilai tidak memberikan keadilan bagi Aceh dan negara.
Aksi dimulai dari Masjid An-Nur Monas sebelum massa melakukan long march menuju kantor Kementerian ESDM. Para peserta mengenakan ikat kepala merah bertuliskan “Aceh Tuntut Keadilan” serta membawa spanduk dan poster berisi tuntutan terkait pengelolaan Blok Andaman.
Sesampainya di depan kantor kementerian, massa menggelar mimbar bebas meski hujan turun. Mereka bergantian menyampaikan orasi, yel-yel, hingga lantunan selawat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan tersebut.
Ketua Umum Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM), Muslim Armas, menyebut pihaknya kecewa karena permintaan audiensi langsung dengan Menteri ESDM tidak dipenuhi dan hanya diterima staf kementerian.
“Kami sangat kecewa dengan Kementerian ESDM. Ketakutan mereka beraudiensi dengan masyarakat Aceh patut dicurigai,” kata Muslim.
Muslim juga menyoroti skema bagi hasil dalam PoD-I Lapangan Tangkulo Blok South Andaman yang disebut hanya memberikan 4 persen kepada negara, sementara Aceh memperoleh 1,2 persen dari porsi tersebut.
Ia menilai skema itu tidak adil dan bertentangan dengan prinsip pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan konstitusi.
Dalam aksi tersebut, massa juga meminta agar pengolahan gas Blok Andaman dilakukan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, untuk memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat Aceh.
Selain itu, mereka mendesak pemerintah pusat dan daerah mempercepat hilirisasi industri energi di Aceh, termasuk pembangunan pembangkit listrik tenaga gas sebagai bagian dari swasembada energi.
Massa menegaskan akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons oleh Kementerian ESDM.
Aksi ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap dan doa bersama di lokasi demonstrasi.[*]





