Habanusantara.net – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, secara resmi melepaskan keberangkatan 393 jemaah haji kloter pertama asal Banda Aceh dan Aceh Besar, Selasa (5/5/2026).
Dalam pelepasan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa kesiapan fisik dan mental menjadi kunci utama bagi jemaah dalam menjalankan ibadah haji.
“Ikhlaskan niat, fokus beribadah, dan jaga kesehatan selama di Tanah Suci,” ujarnya.
Ia juga memberi peringatan khusus kepada petugas haji agar mengutamakan pelayanan kepada jemaah, mengingat tingginya kebutuhan pendampingan selama ibadah berlangsung.
“Petugas harus benar-benar hadir untuk jemaah, jangan sampai lalai,” tegasnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Arijal, menyampaikan bahwa jumlah jemaah Aceh tahun ini meningkat signifikan menjadi 5.426 orang dari sebelumnya 4.378 orang. Kenaikan tersebut diikuti penambahan jumlah kloter dari 11 menjadi 14.
Kloter pertama terdiri dari 287 jemaah Banda Aceh dan 100 jemaah Aceh Besar. Jemaah termuda berusia 19 tahun, sementara yang tertua mencapai 88 tahun.
Seluruh jemaah Aceh akan diberangkatkan secara bertahap melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda menggunakan maskapai Garuda Indonesia mulai 6 Mei 2026.
Selama di Arab Saudi, jemaah akan menempati Sektor 6 wilayah Jarwal, Mekkah, dengan jarak sekitar 2,6 kilometer dari Masjidil Haram. Pemerintah juga menyediakan layanan bus shalawat selama 24 jam untuk menunjang mobilitas jemaah.
Pemberangkatan kloter pertama ini menjadi titik awal rangkaian perjalanan haji Aceh tahun ini, dengan fokus utama pada kelancaran pelayanan dan keselamatan jemaah di tengah tantangan kondisi di Tanah Suci.[Fira]





