MBG Tak Kunjung Hadir, Pelajar Langkahan Mulai Bertanya

Redaksi
mbg langkhan
Foto Ilustrasi AI
A-AA+A++

Habanusantara.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka sejak awal 2025 hingga kini belum dirasakan oleh para pelajar di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara.

Kondisi ini memicu pertanyaan dan keluhan dari siswa-siswi di wilayah tersebut.

Sejumlah pelajar mulai mempertanyakan ketidakhadiran program yang ditujukan untuk meningkatkan asupan gizi, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga pesantren. Sementara di daerah lain, program MBG dilaporkan telah berjalan dan dirasakan manfaatnya.

Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Langkahan, Rusli, S.Pd, menyayangkan belum terealisasinya program tersebut di wilayahnya. Ia menyebut, sejak program MBG diluncurkan secara nasional, masyarakat di berbagai daerah di Aceh telah merasakan manfaatnya, namun Langkahan justru belum tersentuh.

“Kita sangat menyayangkan karena di wilayah kami, khususnya Kecamatan Langkahan, program ini belum hadir.

Sementara para pelajar sudah banyak yang bertanya dan membandingkan dengan daerah lain,” ujar Rusli kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, program MBG memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi, terutama bagi balita dan pelajar yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Ia menilai, ketidakhadiran program ini di Langkahan menjadi ironi, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di bagian ujung Kabupaten Aceh Utara.

Rusli juga mengaku kerap menerima pertanyaan dari para siswa terkait kapan mereka bisa merasakan program tersebut.

“Anak-anak sering bertanya, kenapa di tempat lain sudah ada, tapi di sini belum. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas dapur untuk pelaksanaan program MBG di Kecamatan Langkahan diketahui masih dalam tahap persiapan dan renovasi.

Hal ini diduga menjadi salah satu penyebab belum berjalannya program tersebut secara optimal.

Masyarakat setempat berharap pemerintah segera mempercepat realisasi MBG di wilayah mereka.

Kehadiran program ini dinilai penting tidak hanya untuk meningkatkan gizi, tetapi juga sebagai upaya mendukung kesehatan dan kualitas pendidikan anak-anak di daerah tersebut.

Writer: Munawir