Habanusantara.net – Potensi bencana hidrometeorologi kembali mengancam wilayah Aceh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mulai besok hingga 20 April 2026 seiring munculnya indikasi cuaca ekstrem.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Nasrol Adil, mengatakan kondisi ini dipicu oleh gangguan atmosfer berupa pola siklonik yang membentuk belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.
Menurutnya, berdasarkan analisis angin pada lapisan 3.000 feet, fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan secara signifikan di sejumlah daerah.
“Ini yang menyebabkan potensi hujan sedang hingga lebat, yang bisa disertai petir dan angin kencang,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
BMKG memperingatkan, kondisi cuaca tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, terutama di wilayah yang rawan.
Nasrol menegaskan, masyarakat tidak boleh lengah terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara cepat dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada karena potensi bencana bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.
Selain masyarakat, pemerintah daerah juga diminta bersiaga dengan menyiapkan langkah-langkah antisipasi guna meminimalisir dampak yang ditimbulkan.
BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi atmosfer dan memperbarui informasi cuaca secara berkala selama periode potensi cuaca ekstrem ini berlangsung.[Fira]





