Sumur Bor Masjid Semburkan Lumpur Panas

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net – Warga Gampong Meunasah Tingkeum, Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, dikejutkan dengan munculnya semburan lumpur panas dari sebuah sumur bor di halaman masjid setempat, Rabu (1/7/2026). Sumur tersebut sebelumnya dibor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masjid.

Peristiwa tak biasa itu terjadi saat proses pengeboran memasuki kedalaman sekitar 78 meter. Alih-alih menemukan sumber air, lubang bor justru mengeluarkan lumpur panas yang menyembur ke permukaan.

Keuchik Gampong Meunasah Tingkeum, Zahrul, mengatakan pengeboran mulai dilakukan sejak Selasa (30/6/2026). Semburan pertama kali muncul ketika mata bor mencapai kedalaman puluhan meter.

“Awalnya semburannya cukup tinggi. Sekarang masih keluar, tetapi intensitasnya sudah jauh berkurang,” kata Zahrul.

Menurutnya, hingga Rabu siang lumpur masih terus keluar dari lubang bor meski debit semburannya tidak sebesar saat pertama kali muncul. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, aparat keamanan telah memasang garis polisi di sekitar lokasi agar warga tidak mendekat.

Zahrul mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab munculnya semburan lumpur panas tersebut. Ia juga belum dapat memastikan apakah material yang keluar mengandung gas atau berkaitan dengan unsur hidrokarbon lainnya.

“Kami tidak tahu karena bukan bidang kami. Kami masih menunggu pemeriksaan dari pihak yang berwenang,” ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, belum terlihat tim dari instansi terkait, baik di bidang lingkungan hidup maupun sektor minyak dan gas, datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap sumber semburan maupun kandungan material yang keluar dari sumur bor tersebut.

Peristiwa ini bukan yang pertama terjadi di Kabupaten Aceh Timur. Pada Januari 2026, kejadian serupa juga dilaporkan di Gampong Paya Deumam Lhee, Kecamatan Pante Bidari. Saat itu, pengeboran sumur untuk kebutuhan air bersih juga memunculkan semburan lumpur panas dari lubang bor.

Munculnya kembali fenomena serupa memunculkan perhatian masyarakat dan diharapkan segera mendapat kajian teknis dari instansi berwenang untuk memastikan penyebabnya, sekaligus mengantisipasi potensi risiko terhadap keselamatan warga di sekitar lokasi.[]