Saluran Tersumbat, Warga Alue Ie Puteh Keluhkan Bau Menyengat

Redaksi
A-AA+A++

Habanusantara.net– Warga dan pedagang di Desa Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan kondisi saluran drainase yang tersumbat hingga menimbulkan bau menyengat. Genangan air yang menghitam dan dipenuhi sampah itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pasar.

Pantauan di lokasi, Kamis (2/7/2026), sedikitnya terdapat dua titik saluran yang mengalami penyumbatan, yakni di kawasan Jalan Pasar dan sekitar jalur rel kereta api. Air di dalam saluran tampak berwarna hitam, sementara sampah plastik dan limbah rumah tangga menumpuk sehingga aliran air tidak berjalan lancar.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena sudah berlangsung cukup lama. Selain mengganggu kenyamanan, aroma tak sedap yang muncul dari saluran membuat pedagang dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar pasar merasa tidak nyaman.

Sejumlah warga mengatakan saluran itu sempat dibersihkan setelah banjir melanda beberapa waktu lalu. Namun, tidak berselang lama, sampah kembali menumpuk dan membuat drainase kembali tersumbat.

Geuchik Desa Alue Ie Puteh, Danil, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, pemerintah desa sebelumnya telah melakukan upaya pembersihan di sekitar lokasi. Namun, banyaknya genangan air dari beberapa saluran menyebabkan limbah dan sampah kembali menumpuk.

“Kami sudah berupaya melakukan pembersihan sebelumnya. Namun karena air dari beberapa paret berkumpul di lokasi itu, sampah kembali menumpuk dan menyebabkan genangan,” ujarnya.

Ia mengatakan persoalan tersebut tidak bisa ditangani oleh pemerintah desa sendiri. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak di sekitar kawasan pasar, termasuk pengelola pasar ikan dan para pemilik kios, agar dapat bersama-sama mencari solusi, termasuk melalui penggalangan dana untuk kegiatan pembersihan.

Danil mengakui kondisi saluran di depan pasar ikan menjadi titik yang paling parah karena air sulit mengalir dan terus menggenang.

Meski demikian, ia memastikan pemerintah desa akan kembali mengalokasikan anggaran pembersihan setelah Dana Desa tahap kedua cair. Pembersihan drainase akan menjadi salah satu prioritas agar lingkungan pasar kembali bersih dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman.

“Kami berharap setelah anggaran tahap kedua tersedia, pembersihan bisa segera dilakukan sehingga kondisi saluran kembali normal dan tidak lagi mengganggu masyarakat maupun pedagang,” katanya.[Mnw]