DPRK7256

Ketua DPRK Ajak UMKM Manfaatkan Media Sosial untuk Perluas Pasar

Redaksi
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, saat menghadiri kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Kota Banda Aceh yang digelar oleh Diskopukmdag Banda Aceh di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, Senin (29/6/2026). [Foto: theposaceh]
Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, saat menghadiri kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas UMKM Kota Banda Aceh yang digelar oleh Diskopukmdag Banda Aceh di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, Senin (29/6/2026). [Foto: theposaceh]
A-AA+A++

Habanusantara.net – Ketua DPRK Banda Aceh, Irwansyah ST, mengajak para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperluas pasar dan meningkatkan daya saing usaha di tengah perkembangan teknologi digital.

Menurut Irwansyah, media sosial kini bukan lagi sekadar media komunikasi, melainkan telah menjadi instrumen penting dalam membangun citra usaha, mempromosikan produk, sekaligus menjangkau konsumen yang lebih luas.

“Jangan anti handphone, jangan anti media sosial. Kalau ingin eksis, media sosial harus menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Yang negatif jangan diambil, ambil sisi positifnya untuk mengembangkan usaha,” kata Irwansyah saat menghadiri Pelatihan Peningkatan Kapasitas UMKM Kota Banda Aceh yang digelar Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh di Hotel Al-Hanifi, Senin (29/6/2026).

Ia menilai, di tengah persaingan usaha yang semakin ketat, pelaku UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui inovasi, kreativitas, serta pemanfaatan teknologi digital.

Selain aktif memasarkan produk melalui media sosial, Irwansyah juga menekankan pentingnya membangun identitas atau branding agar produk UMKM memiliki nilai tambah dan mudah dikenal masyarakat.

“Pelaku UMKM kalau tidak branding, jangan berharap bisa naik kelas. Mungkin hanya berjalan di tempat. Tapi kalau ingin level up, branding menjadi salah satu kuncinya,” ujarnya.

Meski demikian, Irwansyah mengingatkan bahwa keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan pelaku usaha. Menurutnya, pemerintah juga memiliki tanggung jawab menghadirkan ekosistem usaha yang mendukung, terutama dengan membuka akses pasar yang lebih luas.

“UMKM kita harus di-support semaksimal mungkin oleh pemerintah. Mereka membutuhkan sentuhan dalam hal packaging, branding, dan yang paling penting adalah pasar. Rata-rata persoalan UMKM kita hari ini adalah tidak punya pasar,” katanya.

Karena itu, ia kembali mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk memperbanyak ruang ekonomi yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM memasarkan produknya. Salah satu gagasan yang diusulkannya adalah memperluas kawasan Car Free Day (CFD) agar mampu menampung lebih banyak pedagang lokal.

“Saya pernah mewacanakan agar Car Free Day diperpanjang, bukan hanya sepanjang Jalan Daud Beureueh, tetapi jangkauannya diperluas atau areanya ditambah. Ini bisa menjadi pasar baru bagi UMKM,” ujarnya.

Irwansyah bahkan menyatakan siap membantu mencarikan solusi apabila masih terdapat kendala terkait lokasi berjualan.

“Kalau memang belum ada tempat karena persoalan izin, laporkan kepada Ketua DPRK. Saya akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar diberikan ruang,” tegasnya.

Selain memperluas CFD, Irwansyah juga mendorong pemerintah rutin menggelar berbagai kegiatan seperti festival, expo, dan pameran produk lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi wadah promosi sekaligus ruang transaksi yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Event kreatif harus ada di Banda Aceh. Kalau event tidak ada, selesai kita. Karena UMKM kita membutuhkan pasar. Expo, stan, festival, semuanya menjadi tempat mereka menjual produk,” katanya.

Ia menegaskan, sektor UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Kota Banda Aceh yang harus terus diperkuat. Namun, dukungan pemerintah juga harus diimbangi dengan kemauan pelaku usaha untuk terus belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.[***]