Habanusantara.net – Pemerintah Kota Banda Aceh mulai memprioritaskan revitalisasi Pasar Al-Mahirah sebagai bagian dari penguatan infrastruktur ekonomi rakyat. Program ini menjadi fokus utama pembangunan tahun ini, dengan rencana penyempurnaan lanjutan pada 2027 mendatang.
Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal mengatakan, revitalisasi pasar tersebut tidak hanya bertujuan memperbaiki fisik bangunan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan daya saing pasar tradisional di tengah tekanan modernisasi.
“Revitalisasi Pasar Al-Mahirah sedang berjalan tahun ini. Ke depan akan kita sempurnakan lagi pada 2027,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Menurut Illiza, pembenahan pasar menjadi langkah strategis untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan pedagang lokal yang selama ini bergantung pada pasar tradisional.
Selain Pasar Al-Mahirah, Pemko Banda Aceh juga menyusun sejumlah program pembangunan infrastruktur lainnya secara bertahap. Namun, seluruh rencana tersebut tetap disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.
Ia menyebut, saat ini kondisi fiskal Banda Aceh mulai menunjukkan perbaikan signifikan setelah berhasil keluar dari beban utang, sehingga membuka ruang bagi percepatan pembangunan.
“Program pembangunan tetap berjalan, tetapi kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada,” jelasnya.
Di sektor lain, pemerintah juga memprioritaskan pembangunan fasilitas publik yang ramah anak. Tahun ini, revitalisasi Taman Bustanussalatin tengah dilakukan, sementara pengembangan Taman Putroe Phang direncanakan pada 2027.
Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Pemko Banda Aceh optimistis seluruh program prioritas, termasuk revitalisasi Pasar Al-Mahirah, dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, kita yakin pembangunan ini akan membawa manfaat besar bagi warga,” pungkas Illiza.
Revitalisasi Pasar Al-Mahirah diharapkan tidak hanya memperbaiki wajah pasar, tetapi juga menjadi titik balik kebangkitan ekonomi lokal di Banda Aceh.[***]





